Wahai orang-orang yang beriman jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita maka telitilah kebenarannya,agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan(kecerobohan) yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu(Qs Al hujurot ayat 6)
Ayat yang agung ini mengajarkan kepada kita(orang orang yang beriman) agar senantiasa teliti dalam menerima berita sehingga kita tidak menerima mentah mentah kabar dari orang lain sehingga benar benar jelas kebenarannya, karena sebagaimana kita ketahui yang namanya khobar itu dalam ilmu balaghoh mengandung kebenaran ataupun kebohongan,sehingga abu bakar al jazair mengatakan dalam tafsir aisiri tafasir tentang ayat ini ”engkau harus benar benar yakin sebelum engkau berkata,melakukan dan menghukumi seseorang sehingga jangan sampai mencelakakan orang lain karena kecerobohanmu yang akan mengakibatkan penyesalan akibat perbuatanmu”.
Ikkhwan wa akhwat fillah…semoga Alloh senantiasa membimbing kita dalam kebenaran, ingatlah akan peristiwa besar yang terjadi pada jaman Rosululloh SAW yang menimpa ummul mukminiin Aisyah RA tentang haditsul ifki(berita bohong) yang dimanfaatkan oleh orang orang munafik dan orang orang fasik dalam menyebarkan berita ini,para sahabat pun banyak yang terpedaya oleh fitnah ini sehingga Aisyah pun jatuh sakit dalam waktu yang lama sehingga Alloh menurunkan ayat yang menjelaskan atas kesucian Aisyah dan kebohongan berita tersebut, ingat pula kejadian perang jamal antara Aisyah dan Ali yang dimanfaatkan oleh orang orang munafik untuk memecah belah barisan kaum muslimin itu diakibatkan kurang telitinya dalam menerima berita,begitu juga sering terjadi pada ummat saat ini dimana kurang telitinya dalam menerima khabar dari seseorang yang belum jelas kebenarannya yang akhirnya melahirkan sikap syuu dzon, mencari-cari kesalahan orang lain dan mengghibah satu sama lainnya padahal kita sudah paham tentang ayat ini”wahai orang orang yang beriman jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka adalh dosa,dan janganlah kamu mencari cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada diantara kamu yg menggunjin sebagian yang lain. Apakah ada diantara kamu yang suka memakan daging saudaramu yg sudah mati? Tentu kamu merasa jijik, dan bertakwalah kepada Alloh sungguh Alloh penerima tobat dan maha penyayang(Qs al hujurot:12)
Diantara ciri orang yang beriman adalah orang yang senantiasa menjaga lisannya dari kejahatan kepada orang lain, dan senantiasa teliti dalam memahamai kebenaran, dan berlaku adilah kepada siapapun itu sehinnga tidak memandang sebelah mata sebagaimana dalam ungkapan”annadru bi ainirridho yasiirul qobiha hasanan, wannadru bi ainissuhti yasiirul hasana qobiihan”memandang seseorang dengan penuh keridhoan yang jelek akan menjadi baik dan memandang dengan penuh kebencian yang baik akan menjadi jelek.
Semoga catatan yang singkat ini bermanfaat bagi kita semua, klo ada kata kata yang salah mohon maaf,..wallohu a’lam bisshowab..
soeyoeh..bandoeng 12 -11-2010

Post a Comment