me on twitter

kenangan bersama sahabat

Saturday, 23 April 2011 | comments


D Class Slideshow: LuZz’s trip from Bandung, Java, Indonesia to 3 cities , ciamis (near Garut) and Tasikmalaya was created by TripAdvisor. See another Indonesia slideshow. Create your own stunning slideshow with our free photo slideshow maker.

renungan untuk kita bersama

Thursday, 21 April 2011 | comments

Semakin baik jalan yang kita pilih, akan semakin banyak rintangan dan godaannya. Semakin tinggi bukit yang kita daki, akan semakin hebat kepenatan yang kitarasakan . namun hanya orang yang berjiwa kerdil yang memilih hidup tanpa sebuah pendakian.

saudaraku,jalan perjuangan yang kita tapaki masih panjang dimana halangan dan rintangansiap menghadang gerak langkah kita syaitan dengan segala tipu daya yang melenakan dengan sepasukan bala tentara dan perangkat perangnya yang siang menggempur dari setiap penjuru mata angin akankah kita?

saudaraku,ketika hati mengi'tikadkan mulut kita mengikrarkan maka sang jasad dituntut untuk mengamalkan di dalam samudra yang penuh keddzoliman dimana nilai kebenaran ditentukan oleh kebanyakan orang

saudaraku, langkah yang kita tapaki meskipun merangkak tapi pasti karena itu lebih baik daripada diam sama sekali bukankah diam identik dengan kematian?

saudaraku, marilah kita hisab diri apakah kita sudah melaksanakan janji yang sudah kita ikrarkan? apakah gerak langkah kita karena Alloh? kedipan mata, desahan nafas dan detak jantung kita semata mata untuk Alloh, ataukah?

saudaraku, sudah saatnya kita berbenah diri luruskan niatan kita,dan maksimalkan ikhtiar kita untuk menghadapi jalan yang semakin penuh ujian dimana suatu pengorbanan akan bernilai dihadapannya

saudaraku, marilah kita sama sama dobrak kebathilan tegakan al islam hanya satu yang ada dalam benak kita mati dalam perjuangan atau hidup di bawah kemuliaan panji islam insya Alloh kurnia dan ridho nya akan kita dapatkan Allohu akbar.....Allohu akbar....Allohu akbar

Nasehat keamanan Buat para Pengguna Forum Diskusi

| comments

Tak dapat dipungkiri oleh seorang pun, menjadi anggota forum diskusi di dalam jaringan internet memiliki urgensi dan pengaruh yang signifikan dalam informasi global, sehingga mass media yang besar dan chanel yang terbuka (menggunakan satelit) mengeruk dan mengikuti berita mujahidin dari sana. Dan mujahidin pun telah memanfaatkan internet – tentu saja penggunaannya denga cara yang khusus— dengan pemanfaatan yang sebaik-baiknya akan memberikan sumbangan yang besar dalam menghilangkan kebuntuan dan memecahkan dominasi media massa zionis-salibis terhadap gerakan jihadiyah dalam masa yang panjang. Agen-agen inteligen pun memanfaatkan forum ini dengan tujuan yang berbeda, ia menyadari bahanyanya hal itu, sebagaimana ia melihat bahwa dalam forum diskusi adalah ada waktu yang tidak boleh dilewatkan untuk memburu orang yang bisa diburu karena alasan teroris, atau orang yang menentang kebijakan negara atau alasan lainnya… lalu agen-agen itu berusaha sekuat tenaga untuk membongkar forum diskusi itu dengan membuat tipuan pada beberapa unsurnya untuk menjebak orang yang bisa dijebak, atau menekan pengelola forum itu untuk mau bekerja sama dengannya dalam membongkar kelompok itu, bahkan akhir-akhir ini agen inteligen Amerika mengumumkan –sebagaimana diungkapkan melalui chanel CNN— bahwa ia merencanakan untuk membuka layanan forum diskusi dengan bahasa Arab untuk memburu kaum jihadiyun. Berdasarkan pada kenyataan tersebut di atas, maka menjadi suatu keniscayaan bagi setiap orang yang berinteraksi bersama forum diskusi –baik ia adalah mujahidin yang bertugas menyebarkan penjelasan, berita atau edaran, para pendukung jihad, atau bahkan orang yang mengikuti berita mujahidin dari forum tersebut –setelah ia masuk dan mengunjungi situs-situs “haram”, maka ia akan dibuntuti oleh agen pemerintah thaghut di dunia Islam ini. Kami katakan, adalah suatu keniscayaan bagi mereka unutuk memegang teguh beberapa langkah antisipatif dan meningkatkan kewaspadaan ketika berinteraksi dengan forum itu. Wahai pembaca yang budiman, ada beberapa hal yang tidak boleh dilupakan ketika bergabung di forum diskusi –baik yang mengambil pemikiran jihadi atau mereka yang memasuki forum itu untuk mendebat pihak lain dengan mengemukakan pemikiranmu yang menyebabkan kau dibuntuti oleh pemerintah thaghut berdasarkan pesan nenek moyangnya terdahulu; Fir’aun, “”Aku tidak mengemukakan kepadamu, melainkan apa yang aku pandang baik; Pertama: Ingatlah bahwa orang yang kau debat di dalam forum itu tidak lebih dari manusia-manusia berkepribadian palsu, mereka menampakkan sesuatu yang berkebalikan dari yang mereka sembunyikan. Kau akan lihat pemuda yang tidak suka pada jihad menanyakan ini dan itu tentang cara untuk sampai ke bumi kemuliaan (bumi jihad), ketika itu ia pada kenyataanya tidak lebih dari salah seorang yang mencari mangsa, ia akan membuat catatan untuk kepentingan inteligen Dan penulis itu, yang sepanjang menulis pesan balasan –mungkin pernyataan yang memiliki dasar— untuk membela mujahidin dan menyembunyikan watak asli mereka. Dia itu tidak lain seperti pendahulunya… Dia berusaha untuk membesarkan hati para penulis di forum diskusi untuk menimbulkan husnudh-dhon, kemudian meminta dari mereka untuk berkenalan untuk saling membantu dalam “da’wah menuju jihad”… lalu menangkap mereka Dan maksudnya, janganlah hilang dalam benak bahwa dengan segala kemampuan yang ada akan bisa menggoncang siapa saja dan dengan sangat mudah, maka janganlah kau percaya begitu saja kepada seseorang yang kau kenal melalui forum diskusi.. ya, tidak ragu lagi bahwa ada di antara mereka yang bisa dipercaya –alhamdulillah jumlahnya cukup banyak, –tetapi memerlukan selektif, maka ambillah sesuatu yang bermanfaat dari forum chatting itu dan cukup. Dan ingatlah, bahwa bukan setiap yang kemilau itu adalah emas. Kedua, mungkin para pengelola forum diskusi itu hanya mendaftar dirimu –bahkan sampai mendaftar kunjunganmu– telah mendapatkan alamat internet (IP) tertentu Anda. Dari sana bisa ditentukan tempat computer yang kau gunakan untuk masuk ke forum diskusi dengan tingkat akurasi yang tinggi, pada umumnya. Dan dengan ditentukannya tempat ini maka untuk menemukan alamat internet tertentu bukan perkara yang sulit, bahkan didapatkan banyak alamat di jaringan internet yang menyediakan layanan itu secara gratis Ya, pengelola forum diskusi mungkin melakukan penghapusan khusus terhadap daftar alamat internet, apabila ia tidak sempurna dalam mendaftarkan nomornya ketika bergabung dengan forum diskusi, dan ketika menuliskan di sana setelah itu. Dan inila yang kami nasehatkan kepada para saudara dari pengelola dan pengurus forum diskusi. Tetapi bersama itu sangat mungkin untuk bisa sampai kepada namor khususmu dengan merunut email yang digunakan ketika bergabung dengan suatu forum diskusi. Terlebih lagi, tidak akan bisa dicegah untuk mengemukakan bantuan mailing dengan menambahkan suatu alat keamanan pada nomormu selama urusannya dengan mengatasnamakan “mengejar teroris” Demikian juga halnya keadaan ketika menggunakan apa yang disebut dengan proxi Untuk itu maka langkah terbaik untuk melepaskan diri dari resiko ini ketika berinteraksi dengan internet, –jika Anda termasuk orang yang menyebarkan berita dan penjelasan, atau orang yang dicari oleh agen inteligen pemerintah murtad –adalah dengan menggunakan café-net. Dan masih ada beberapa cara lain yang lebih aman, tetapi tidak mungkin kami sampaikan di sini agar tidak menjadi perhatian musuh. Perlu kami tambahkan, bahwa banyak café-net itu sendiri menjadi mata-mata terhadap pelanggannya, khususnya para pelanggan yang memiliki ciri-ciri fisik islami, maka kau harus waspada terhadap hal ini NAsehat dan Peringatan. 1. Pendaftaran alamat internet pada setiap peserta ditulisnya dengan lengkap, bukan hanya ketika kau mendaftarkannya. Artinya, bahwa pendaftaran yang dilakukan dari café-net –sebagai contoh— kemudian kau memasukkan tulisan setelah itu dari komputermu di rumah, tidak menghalangi untuk mendaftar nomor khususmu di daftar forum diskusi 2. Hubungan dengan nomor khususmu; bukan merupakan syarat untuk bisa berhubungan dengan pemilik forum diskusi, tetapi sangat mungkin untuk membongkar server yang disandarkan oleh forum itu dan mendapatkan semua data tentang para peserta. Dan lebih mudah dari itu, mencari naskah dari data awal forum dari syirkah al-mustadlifah. 3. Umumnya tempat-tempat computer diletakkan program statistik, yang mendata setiap gerakan yang dilakukan oleh tamunya, disertai dengan nomor khusus Ketiga, ketika bergabung dengan forum diskusi manapun kau diminta untuk menuliskan beberapa data pribadi dan data umum –seperti nama, negara, tanggal lahir— maka jangan kau tulis dengan sebenarnya, tetapi isilah dengan data-data palsu untuk mengecoh. Dan apabila seseorang peserta forum diskusi atau salah seorang pengurus menanyakan kepadamu tentang data pribadi karena tidak meyakininya atau karena sabab lain maka berhati-hatilah untuk memberikannya Keempat, Jika kau masuk ke forum diskusi dan ikut serta di dalamnya melalui café-net, maka kau harus berpindah-pindah dan mencari café-net yang jauh dari rumahmu Sebagaimana kewajiban bagi setiap orang yang menyebarkan informasi jihad untuk tidak menggunakan satu café-net lebih dari sekali untuk menyebarkan bayanat (penjelasan) atau berita… karena café-net ini adalah tempat yang sangat mudah untuk dikuntit dan dapat dicapai dengan cepat untuk mengetahui computer oleh keamanan thaghut karena ada nomor IP khusus pada setiap computer. Harus kau yakinkan setelah aktif dalam forum untuk menghapus informasi di Temporary Internet Files, tanggal koneksi pada (History), dan pada apa yang dinamakan dengan Cookies, dan dari sana tertutuplah orang yang menyambung (konek) karena telah dihentikannya Sessions,. yang telah muncul pada orang yang menggunakan setelahmu menggunakan alat yang sama untuk memasuki ruangmu di forum diskusi, dan jangan lupa untuk merestart computer setelah kau gunakan. Catatan: sering-sering, setelah menghapus tanggal konecting (History) kau lihat sudah tidak nampak, tetapi akan kembali lagi ketika mengkoneksikan internet. Dalam kondisi demikian kau harus menghapusnya secara manual Kelima, berhati-hatilah terhadap file-file yang disebarkan melalui forum diskusi, kadang-kadang itu adalah file untuk memata-matai posisi orang yang menyebarkannya dari inteligen ke computer dan menampakkannya ke seluruh isi hard disk Keenam, kalau kau diminta untuk menginstalkan suatu program ketika berchating maka jangan pernah mau, meskipun yang meminta itu menyebutkan sebab mengapa ia meminta. Karena di sana ada beberapa program yang mungkin berfungsi untuk mematai-matai yang ada di komputer, seperti beberapa program aplikasi yang dikecilkan dengan bahasa Java applet Dengan melaksanakannya, salah seorang di antara mereka sebelumnya dengan membuat forum diskusi yang diakuinya sebagai forum jihadi, dan setelah penlis memulai mengirimkannya, meminta setiap anggota untuk menginstall program kecil dan mengatechment padanya beberapa aplikasi di computer mereka dengan alasan untuk memantapkan koneksi dengan forum, setelah beberapa saat tersebarlah sejumlah gambar pribadi sebagian anggota forum, beserta nama lengkapnya, dan juga tempat tinggal mereka. Setelah mengokohkan pencurian dari computer khusus mereka dan mengemukakan apa yang mereka namakan “hadiah” bagi computer pencari keluarga salul! Pantas kita katakan untuk ini isyarat yang cepat pada qaidah yang sangat penting ketika berinteraksi dengan computer, yaitu tidak memasukkan atau menyimpan segala bentuk data pribadi yang benar di dalam computer, seperti nama, negara dan lain-lain. Baik ketika install atau yang lainnya, terutama gambar pribadi. Dan kita akan meniti lebih luas lagi pada persoalan ini pada makalah yang akan dating insya Allah. Ketujuh, apabila salah seorang di antara mereka meminta alamat e-mailmu untuk urusan tertentu dan “penting” maka jangan sekali-kali kau memberikannya. Mintalah ia untuk mengirimkan kepadamu melalui surat khusus di forum diskusi apabila tersedia, dan jika tidak maka jangan. Kedelapan, Ketika mendaftarkan diri di forum diskusi, jangan pernah menggunakan satu pass-word untuk beberapa forum, sehingga ketika salah satu forum diskusi itu terbongkar keanggotaanmu di forum yang lain tidak diketahui. Maka kami nasehatkan agar tidak menggunakan satu nama ketika mendaftar di beberapa forum diskusi, sehingga tidak mudah mengikuti gerakanmu di internet, di antara sekian forum diskusi. Dan jika kau ingin menyebarkan satu materi di beberapa forum diskusi maka berikan keterangan –dikutip dari forum ini—sebagai misalnya, atau dengan ungkapan yang menyiratkan bahwa kau bukan orang yang menyebarkan pertama kali, tetapi hanya sekedar mengutip saja. Kesembilan, jangan kau sebutkan informasi sekecil apapun karena kadang-kadang hal itu menyebabkan diketahuinya identitasmu, atau diketahui kota tempat tinggalmu. Seperti ketika kau ceritakan suatu aktifitas lalu kau sebutkan bahwa kau melewati tempat itu ketika terjadinya peristiwa, maka kau melihat ini dan itu, atau kau katakan kau mendengar khutbah syaikh fulan, atau kau bertemu dengan syaikh fulan dan seterusnya Kesepuluh dan yang terakhir, Jika kau ingin berkenalan dan mengumpulkan kawan, maka yakinlah bahwa “forum diskusi jihadi” bukan tempat yang tepat untuk itu. Ini yang ingin kami sampaikan sebagai peringatan bagi orang yang ikut dalam forum chating di jaringan internet dalam kesempatan ini. Dan sebelum dan sesudahnya, “Maka Allah adalah sebaik-baik Penjaga dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang.”

Apakah Ideologi diartikan dg Aqidah bila dilihat dari sudut Islam

| comments

SEKILAS MENGGALI IDEOLOGI DIHUBUNGKAN DENGAN AQIDAH DILIHAT DARI SUDUT ISLAM.

Dalam tulisan kali ini akan disajikan masalah yang menyangkut ideologi dihubungkan dengan aqidah dilihat dari kacamata Islam.

Agar supaya pembicaraan kita ini tidak meluas kesegala penjuru, maka disini perlu ada pemagaran, yaitu melalui batasan-batasan yang diformulasikan kedalam bentuk pertanyaan yang bentuknya adalah apakah ideologi itu adalah aqidah kalau dilihat dari sudut pandang Islam?

Nah, dengan adanya formulasi pertanyaan diatas, kita akan mudah untuk berjalan menuju kearah tujuan guna mendapatkan jawabannya.

Sekarang kita mulai menggali apa yang disebut dengan panggilan atau penamaan ideologi itu.

Pertama kita bertanya, apa arti ideologi itu?

Nah, jawabannya adalah pengertian ideologi adalah rancangan yang tersusun didalam pikiran atau gagasan atau cita-cita yang membentuk dasar bangunan misalnya dalam teori politik atau ekonomi atau sosial kalau mengikuti apa yang tertuang dalam The Oxford guide to the English language.

Atau dengan kata lain pengertian ideologi adalah kumpulan konsep bersistem yang dijadikan asas pendapat yang memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup kalau mengikuti apa yang tertuang dalam kamus besar bahasa Indonesia.

Nah sekarang, dengan membaca dan menggali pengertian yang terkandung dalam istilah atau kata ideologi, maka kita sudah dapat mengambil poin-poin atau butiran-butiran yang ada dan terkandung dalam istilah ideologi itu, yaitu ideologi didalamnya mengandung pertama, rancangan yang tersusun dalam pikiran, atau gagasan-gagasan, atau cita-cita. Kedua, bangunan atau asas atau dasar teori. Ketiga, pemberi arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup.

Jadi, lahirnya ideologi itu adalah karena adanya hasil pemikiran manusia yang dituangkan dalam bentuk konsep bersistem yang menjadi dasar atau asas teori yang memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup manusia.

Nah sekarang, kita telah menemukan inti utama dari ideologi yaitu ideologi adalah hasil pemikiran manusia.

Selanjutnya, karena kita akan mencari hubungan dan kaitan antara ideologi dengan aqidah, maka kita perlu menggali apa yang dimaksud atau diartikan dengan aqidah itu.

Nah, pengertian aqidah adalah kepercayaan atau keyakinan. Dilihat dari sudut Islam maka ditemukan bahwa aqidah yang dimaksud dalam Islam adalah kepercayaan atau keyakinan kepada Islam sebagai agama yang diturunkan oleh Allah SWT melalui Rasul-Nya Muhammad saw.

Jadi, aqidah atau kepercayaan atau keyakinan ini menurut kacamata Islam adalah bukan lahir dari hasil pemikiran manusia, melainkan lahir karena Islam yang diturunkan oleh Allah SWT.

Nah sekarang, dapat kita mengambil poin-poin yang berbeda antara ideologi dan aqidah yaitu ideologi lahir karena hasil pemikiran manusia, sedangkan aqidah lahir karena Islam yang diturunkan oleh Allah SWT.

Jadi dapat kita menyimpulkan sekarang yaitu ideologi adalah buatan manusia, sedangkan aqidah lahir karena Allah SWT.

Nah disinilah sekarang kita sudah dapat memperoleh gambaran yang jelas bahwa ideologi adalah tidak sama dengan aqidah. Karena itu kalau ada orang yang menulis bahwa persaudaraan atau kekeluargaan itu adalah didasarkan pada ”ideologi atau aqidah”, maka penggunaan kata ideologi sama dengan istilah aqidah adalah tidak benar dan tidak tepat dalam penggunaannya. Mengapa ?

Karena kalau kekeluargaan atau persaudaraan didasarkan kepada ideologi, maka akan lahir pengertian persaudaraan dibawah bendera ideologi sosialisme atau persaudaraan dibawah bendera ideologi pancasila atau kekeluargaan dibawah bangunan ideologi kapitalisme.

Begitu juga kalau istilah aqidah diterapkan dalam kekeluargaan atau persaudaraan, maka akan ditemukan kekeluargaan atau persaudaraan berdasarkan aqidah Islam.

Nah, sekarang kalau kita hubungkan istilah ideologi dan aqidah ini dengan Sahih Muslim: 614 yang didalamnya menyinggung kata-kata ”Allahumma shalli ’alaa Muhammad wa ’alaa aali Muhammad“, maka yang dinamakan dengan ”aali Muhammad“ atau ”ahli keluarga Muhammad” adalah semua umat Islam yang memiliki aqidah Islam atau kepercayaan atau keyakinan kepada Islam.

Jadi, yang namanya ”aali Muhammad“ atau ”ahli keluarga Muhammad” adalah makin luas, bukan hanya keluarga Nabi Muhammad yang diikat dengan perkawinan dan darah saja, melainkan seluruh maum muslimin dan muslimat yang memiliki aqidah Islam.

Kemudian, kalau juga ”aali Muhammad“ atau ”ahli keluarga Muhammad” dihubungkan dengan istilah ideologi, maka akan lahir ”ahli keluarga Muhammad” adalah orang-orang yang memiliki ideologi Islam, yaitu orang-orang yang mendasarkan konsepsi pikirannya kepada Islam bukan hanya orang-orang yang ada hubungannya dengan tali perkawinan atau turunan darah dengan Nabi Muhammad saw saja.

Jadi sekarang dapat diambil kesimpulan yaitu kalau pengertian ideologi dan aqidah dijadikan sebagai dasar acuan untuk mengerti dan memahami bangunan kata kata ”aali Muhammad“ atau ”ahli keluarga Muhammad”, maka akan ditemukan bahwa anggota keluarga Rasulullah saw adalah semua umat Islam yang beraqidah Islam dan semua umat Islam yang memiliki ideologi Islam, bukan hanya sekedar keluarga yang diikat oleh tali perkawinan dan darah keturunan dengan Rasulullah saw saja.

Terakhir, dengan berdasarkan pada apa yang dijelaskan diatas, maka sekarang kita sudah dapat memberikan jawaban atas pertanyaan apakah ideologi itu adalah aqidah kalau dilihat dari sudut pandang Islam?

Maka jawabannya yaitu ideologi adalah tidak sama dengan aqidah. Ideologi adalah hasil pemikiran manusia yang dituangkan dalam bentuk konsep bersistem yang menjadi dasar atau asas teori yang memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup manusia. Sedangkan aqidah adalah bukan lahir dari hasil pemikiran manusia, melainkan lahir karena Islam yang diturunkan oleh Allah SWT. Kemudian kalau ideologi dan aqidah dihubungkan dengan ”aali Muhammad“ atau ”ahli keluarga Muhammad”, maka anggota keluarga Rasulullah saw adalah semua umat Islam yang beraqidah Islam dan semua umat Islam yang memiliki ideologi Islam, bukan hanya sekedar keluarga yang diikat oleh tali perkawinan dan darah keturunan Rasulullah saw saja.

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Kalimat Yang (Tetap) Hidup

| comments

Asy Syahid (Insya Allah) Sayyid Quthb, rh pernah berkata :“Sesungguhnya generasi pertama, mereka itu pergi sebagai api penyala buat tabligh dan sebagai bekal untuk menyampaikan kalimat yang tidak akan hidup kecuali dengan qalbu dan cucuran darah. Sesungguhnya kalimat kita akan tetap mati seperti boneka yang tak bergerak,sampai kita mati karenanya.Maka dia/kalimat itu akan bergoncang bangkit dan hidup di antara mereka yang hidup. Setiap kalimat yang hidup, maka ia akan bersemayam di hati manusia yang hidup, sehingga hiduplah ia bersama-sama mereka yang hidup.Orang-orang yang hidup tidak akan ingin berdampingan dengan orang-orang yang mati,mereka hanya mau berdampingan dengan orang-orang yang hidup. Adapun mayat itu akantetap di kubur di bawah tanah, walaupun ia adalah mayat orang terhormat.”Syekhul Mujahid, Abdullah Azzam, rh. Mengatakan :“Harga dakwah itu amat mahal menurut firman Allah Yang Maha Benar dan Maha Agung serta  menurut lisannya Rasulullaah SAW. Harga mengemban prinsip dan memindahkannya dari alam pikiran atau alam teori ke alam tatbiq (praktek) dan alam kenyataan, memerlukan banyak pengorbanan sehingga menjadi benar-benar nyata dan hidup di alam dunia.”Beliau melanjutkan :“Dakwah tidak akan mencapai kemenangan dan keberhasilan jika dakwah tersebut tidak diiringi pengorbanan. Baik itu dakwah fardliyah (dari manusia) atau dakwah samawiyah (dari Allah).Darah, tubuh, tulang belulang, nyawa, syuhada`, itu semua adalah api yang menyalakan pertempuran, api yang menyalakan peperangan ideologi, api yang menyalakan perang pemikiran.Wahai saudara-saudaraku, jalan dakwah itu dikelilingi oleh "makaruh" (hal-hal yang tidak disukai), penuh dengan bahaya, dipenjara, dibunuh, diusir dan dibuang. Barang siapa ingin memegang suatu prinsip atau menyampaikan dakwah, maka hendaklah itu semua sudah ada dalam perhitungannya. Barangsiapa menginginkan dakwah tersebut hanyalah merupakan tamasya yang menyenangkan, kata-kata yang baik, pesta yang besar dan khutbah yagn terang dalam kalimat-kalimatnya, maka hendaklah dia menelaah kembali dokumen kehidupan para rasul dan para da`i yang menjadi pengikut mereka, sejak dien ini datang pertama kalinya sampai sekarang ini. Asy Syahid (Insya Allah) Sayyid Quthb Syekh Abdullah Azzam menceritakan dalam bukunya Tarbiyah Jihadiyah 1 tentang Kalimatyang (tetap) Hidup dari Sayyid Qutthb. Berikut ceritanya :Hamidah Quthub pernah bercerita kepadaku. Katanya: "Pada tanggal 28 Agustus 1966,Hamzah Basiyuni, Direktur penjara memanggilku. Lalu dia memperlihatkan keputusan hukumanmati bagi Sayyid Quthub, Hawwasy dan Abdul Fattah Isma`il, kepadaku. Lantas dia mengatakan: "Kita masih punya kesempatan terakhir untuk menyelamatkan Ustadz Quthub  yakni dia harus minta maaf.  Dia akan diringankan dari hukuman mati, dan sesudah enam bulan dia akan keluar dari penjara dalam keadaan sehat wal afiat. Kalau dia jadi dibunuh,maka demikian itu akan berarti suatu kerugian bagi seluruh dunia. Pergi dan bujuklah dia supaya mau minta maaf.""Hamidah menyambung : "Lalu aku pergi menemuinya di penjara. Sampai disana kukatakan kepadanya. Sesungguhnya mereka mengatakan jika engkau minta maaf maka mereka akan meringankan hukuman mati mu." Maka dia menjawab: "Atas kesalahan apa aku harus minta maaf wahai Hamidah, apakah karena aku beramal di pihak RAbbul `Izzati? Demi Allah,sekiranya aku bekerja untuk pihak lain selain Allah tentu aku akan minta maaf. Akan tetapi sekali-kali aku tidak akan minta maaf karena beramal di pihak Allah. Tenanglah wahaiHamidah, sekiranya umur belum waktunya habis maka hukum mati itu tidak akan jadi dilaksanakan. Tidak berguna sama sekali maaf itu untuk mempercepat ajal atau mengakhirinya."Subhanallah…Allahu Akbar!Itulah Kalimat yang (Tetap) Hidup, dan akan dikenang terus oleh para pengemban dakwah!Itulah kalimat yang muncul dari jiwa yang penuh imah. Itulah jiwa yang dipoleh iman !! Kekuatan macam apa ini !! Keteguhan hati macam apa ini !! Tali gantungan nampak di depan matanya,namun dia masih sempat menenangkan hati yang hidup atas Qudratullah dan qadarNya.Demikianlah seharusnya dakwah dijalankan! Wallahu’alam bis showab

Sebab sebab kekafiran

| comments

Syekh Muhammad bin Abdul Wahhab mengatakan, "Ketahuilah bahwa hal-hal yang bisa menggugurkan (merusak) Islam ada sepuluh macam, yaitu:

Pertama, syirik (menyekutukan Allah) dalam beribadah kepada Allah SWT.
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya" (An-Nisa': 48).
"Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya sorga dan tempatnya ia adalah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang yang zalim itu seorang penolong pun." (Al-Maidah: 72). Contohnya adalah seperti menyembelih bukan untuk Allah, tetapi untuk jin atau kuburan.

Kedua, orang yang membuat perantara-perantara antara dirinya dengan Allah, meminta syafa'at kepada mereka, dan menggantungkan diri kepada mereka. Hal ini kafir secara Ijma' (konsensus ulama).

Ketiga, orang yang tidak mengafirkan orang-orang musyrik atau meragukan kekafiran mereka atau membenarkan aliran mereka.

Keempat, orang yang berkeyakinan akan adanya petunjuk yang lebih lengkap daripada petunjuk Nabi saw atau hukum lain lebih baik dari hukum beliau, seperti orang yang mendahulukan hukum orang-orang yang sesat daripada hukum beliau.

Kelima, orang yang membenci sesuatu yang di bawa oleh Rasulullah saw, meskipun ia melakukan hal itu.

Keenam, orang yang mengolok-olok sesuatu yang di bawa oleh Rasulullah saw, atau pahala dan siksanya.
"... katakanlah, 'apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?' Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman...." (At-Taubah: 65-66).

Ketujuh, Sihir, seperti mantra-mantra dan jampi-jampi. Orang yang melakukannya atau menyetujuinya adalah kafir.
"Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman itu tidak kafir (mengerjakan sihir), hanya setan-setan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedangkan keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorang pun sebelum mengatakan, 'Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir'. Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seseorang (suami) dengan istrinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorang pun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya sendiri dengan sihir, kalau mereka mengetahui." (Albaqarah: 102).

Kedelapan, mendampingi dan membantu orang-orang musyrik yang memerangi kaum muslimin.
"Barangsiapa di antara kamu mangambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah SWT tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim." (Al-Maidah: 51).

Kesembilan, orang yang berkeyakinan bahwa manusia dapat keluar dari (boleh tidak mengikuti) syariat Muhammad sebagaimana Khidhir keluar dari syariat Musa as.

Kesepuluh, berpaling dari agama Allah SWT, tidak mempelajarinya dan tidak pula mengamalkannya.
"Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Rabbnya, kemudian ia berpaling daripadanya. Sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa." (As-Sajdah: 22).
Semua hal yang disebutkan di atas mempunyai bahaya yang besar, dan sering manusia terjebak di dalamnya. Oleh karena itu, seorang muslim wajib waspada dan menghindarinya serta takut akan hal itu sehingga tidak menimpa dirinya.

sikap seorang mukmin

| comments

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
Wahai orang-orang yang beriman jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita maka telitilah kebenarannya,agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan(kecerobohan) yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu(Qs Al hujurot ayat 6)
Ayat yang agung ini mengajarkan kepada kita(orang orang yang beriman) agar senantiasa teliti dalam menerima berita sehingga kita tidak menerima mentah mentah kabar dari orang lain sehingga benar benar jelas kebenarannya, karena sebagaimana kita ketahui yang namanya khobar itu dalam ilmu balaghoh  mengandung  kebenaran ataupun kebohongan,sehingga abu bakar al jazair mengatakan dalam tafsir aisiri tafasir tentang ayat ini ”engkau harus benar benar yakin sebelum engkau berkata,melakukan dan menghukumi seseorang  sehingga jangan sampai mencelakakan orang lain karena kecerobohanmu yang akan mengakibatkan penyesalan akibat perbuatanmu”.
Ikkhwan wa akhwat fillah…semoga Alloh senantiasa membimbing kita dalam kebenaran, ingatlah akan peristiwa besar yang terjadi pada jaman Rosululloh SAW yang menimpa ummul mukminiin Aisyah RA tentang haditsul ifki(berita bohong) yang dimanfaatkan oleh orang orang munafik dan orang orang fasik dalam menyebarkan berita ini,para sahabat pun banyak yang terpedaya oleh fitnah ini sehingga Aisyah pun jatuh sakit dalam waktu yang lama sehingga Alloh menurunkan ayat yang menjelaskan atas kesucian Aisyah dan kebohongan berita tersebut, ingat pula kejadian perang jamal antara Aisyah dan Ali yang dimanfaatkan oleh orang orang munafik untuk memecah belah barisan kaum muslimin itu diakibatkan kurang telitinya dalam menerima berita,begitu juga sering terjadi pada ummat saat ini dimana kurang telitinya dalam menerima khabar dari seseorang yang belum jelas kebenarannya yang akhirnya melahirkan sikap syuu dzon, mencari-cari kesalahan orang lain dan mengghibah satu sama lainnya padahal kita sudah paham tentang ayat ini”wahai orang orang yang beriman jauhilah  banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka adalh dosa,dan janganlah kamu mencari cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada diantara kamu yg menggunjin sebagian yang lain. Apakah ada diantara kamu yang suka memakan daging saudaramu yg sudah mati? Tentu kamu merasa jijik, dan bertakwalah kepada Alloh sungguh Alloh penerima tobat dan maha penyayang(Qs al hujurot:12)
Diantara ciri orang yang beriman adalah orang yang senantiasa menjaga lisannya dari kejahatan kepada orang lain, dan senantiasa teliti dalam memahamai kebenaran, dan berlaku adilah kepada siapapun itu sehinnga tidak memandang sebelah mata sebagaimana dalam ungkapan”annadru bi ainirridho yasiirul qobiha hasanan, wannadru bi ainissuhti yasiirul hasana qobiihan”memandang seseorang dengan penuh keridhoan yang jelek akan menjadi baik dan memandang dengan penuh kebencian yang baik akan menjadi jelek.
Semoga catatan yang singkat ini bermanfaat bagi kita semua, klo ada kata kata yang salah mohon maaf,..wallohu a’lam bisshowab..
 soeyoeh..bandoeng 12 -11-2010

DEMOKRASI AGAMA BATHIL

| comments

Allah Swt. berfirman,
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS Adz Dzriyat, 51: 56)
Abdullah Ibnu Abbas berkata, “Ayat ini berarti menunjukkan atau memperuntukkan bahwa beribadah kepada Allah Swt. hanya secara khusus dan tersendiri (liyu wahidun).”
“Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thaghut…” (QS An Nahl, 16: 36)
“Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS Al Baqarah, 2: 156)
Demokrasi dan Voting dalam Pemilu
Pengertian Demokrasi
• Demokrasi bukanlah berasal dari bahasa arab
• Tidak ada pengertian secara bahasa (Arab)
• Bukan istilah dalam syari’ah
• Istilah yang tidak pernah digunakan pada masa Shahabat Ra.
• Istilah yang tidak pernah digunakan secara politik oleh orang-orang Arab.
Demokrasi berasal dari Yunani
• Demos yang berarti orang-orang
• Cracy yang berarti, keputusan, legislasi
Secara bahasa pengertian demokrasi adalah ‘aturan orang-orang/ rakyat’
Selanjutnya slogannya adalah: pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Sumber mereka dalam legislasi (Hakimiyyah) adalah manusia (insan). Kemudian manusia terbagi menjadi dua yaitu ada yang baik dan yang jahat.
• Pemeritahan dari rakyat = kekuatan legislasi adalah dari orang-orang (anggota parlemen)
• Oleh rakyat = berhukum dengan apa yang mereka (anggota parlemen) tetapkan
• Untuk rakyat = mereka akan mengatur masyarakat dengan apa yang telah ditetapkan.
Demokrasi (pengertian dalam kamus)
1. Pemerintahan oleh rakyat yang dijalankan secara langsung atau dengan mengangkat wakil-wakilnya.
2. Kumpulan orang-orang, yang berpikir sebagai sumber utama dari kekuatan politik.
3. Aturan mayoritas.
Masyarakat demokratis barat mempertahankan prinsip-prinsip seperti kebebasan, liberalisme dan sekulerisme. Selanjutnya mereka akan menerima Tuhan hanya sebagai pencipta saja tetapi bukan sebagai Yang memberikan perintah.
Namun, Allah Swt. berfirman,
“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.” (QS Al A’raf 7: 54)
Masyarakat demokrasi akan memiliki hal-hal sebagai berikut:
• Otoritas legislatif = kekuatan untuk membuat hukum dan merubahnya, kabinet dan anggota parlemen.
• Otoritas eksekutif = melaksanakannya, kebijakan luar negeri, dalam negeri, pendidikan dan sebagainya.
• Otoritas Yudikatif = menghakimi kasus-kasus dan membolehkannya selama berdasarkan pada hukum yang telah ditetapkan.
Parlemen
Parlemen berasal dari negara yang berhukun dengan rakyat. tetapi sebagaimana semua itu tidak bisa terlibat dalam proses ini selanjutnya mereka memilih perwakilan yang disebut anggota dewan untuk melaksanakan ini.
Parlemen Legislatif
1. Membuat dan mensahkan hukum
2. Memberikan pemerintah suara dari kepercayaan atau ketidakpercayaan.
Parlemen saat ini di semua negara menetapkan hukum buatan manusia, dengan demikian menyaingi Allah Swt. (dalam rububiyahnya); dimana ini adalah perbuatan SYIRIK AKBAR. Allah Swt. berfirman:
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS An Nisaa’, 4: 48)
“Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (QS At Taubah, 9: 31)
“Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS An Nisaa’, 4: 115)
Aisyah Ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. bersabda:
“Kullu ‘amalin laisa alaihi amruna fahuwa radd”
“Siapa saja yang melakukan sebuah perbuatan yang bukan berasal dari ajaranku (Islam) akan tertolak.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Jika parlemen adalah haram, maka begitu juga untuk menjadi kandidatnya, begitu pula dengan memberikan suara kepada calon kandidat tersebut.
“...dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (QS Al Ma’idah, 5: 2)
Beberapa hal penting
Membuat hukum adalah milik Allah Swt. SEMATA.
“Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang nama-nama itu. Keputusan (menetapkan hukum) hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS Yusuf, 12: 40)
Tidak ada seorangpun yang bisa mengatakan yang bersifat menetapkan
“Dan Allah menetapkan hukum (menurut kehendak-Nya), tidak ada yang dapat menolak ketetapan-Nya; dan Dia-lah Yang Maha cepat hisab-Nya.” (QS Ar Ra’ad, 13: 41)
“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” (QS al Ahzab, 33: 36)
Mengikuti Mayoritas bukan haq
“Katakanlah: “Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan.” (QS Al Ma’idah 5: 100)
“Dan sebahagian besar manusia tidak akan beriman - walaupun kamu sangat menginginkannya-.” (QS Yusuf, 12: 103)
Allah Swt telah menetapkan Ummat Muslim dengan Islam sebagai satu-satunya jalan hidup
“Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam…” (QS Ali Imran, 3: 19)
Allah Swt. menghukum orang-orang yang memilih jalan hidup lain (dien)
“Barangsiapa mencari agama selain dien Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS Ali Imaran, 3: 85)
“Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah? Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu akan memperoleh azab yang amat pedih.” (QS Asy Syura, 42: 21)
“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu ? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.” (Qs An Nisaa’, 4: 60)
Ummat Muslim tidak mempunyai pilihan lain kecuali mentaati Allah Swt.
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS An Nisaa’, 4: 59)
Setiap diri akan dihitung (amalnya)
“Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua, tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu.” (QS Al Hijr, 15: 92-93)
Memilih (anggota dewan) dan dipilih adalah berbagi dalam dosa
“Apakah kamu tidak melihat orang-orang yang telah diberi bahagian dari Al Kitab (Taurat)? Mereka membeli (memilih) kesesatan (dengan petunjuk) dan mereka bermaksud supaya kamu tersesat (menyimpang) dari jalan (yang benar).” (QS Al Ma’idah 5: 44)
Berbagi dalam kekufuran, akan mengakibatkan menjadi kufur.
Menyangkal konsep-konsep yang keliru tentang Demokrasi
Yusuf As. bekerja untuk raja Aziz di Mesir:
• Beliau tidak bekerja dalam departemen legislatif, tetapi dalam eksekutif.
• Beliau berkata “yang menetapkan hanyalah untuk Allah Swt.” (Innil Hukmu illa lillah) ini bahkan pada saat dia berada dalam tahanan.
• Beliau berkata dalam Syari’ah Ibrahim tidak ada yang mencuri menjadi seorang budak yaitu berkaitan dengan saudaranya Benjamin.
Negus (Najasi) mengimplementasikan kekufuran
• Telah masuk Islam sebelum kematiannya
• Ditambah syari’ah belum lengkap
Perjanjian Hudaibiyah
Rasulullah Saw. tidak pernah melakukan kompromi dengan rezim kufur, tetapi sebagaimana pemimpin Negara Islam beliau berunding untuk gencatan senjata. Tidak berkompromi dengan pemilihan partai politik, dan parpol-parpol sekuler.
Aliansi Fudhul
Kuffar membuat sebuah perjanjian untuk menghentikan peperangan pada saat musim Haji dan memperhatikan para Jamaa’ah Haji, Rasulullah Saw. menyetujui gagasan tersebut, tetapi tidak pernah terlibat di dalamnya, sebagaimana itu terjadi di masa lalu.
Mengambil sedikit manfaat
• Islam membolehkan menggunakan azas manfaat tetapi hanya untuk hal-hal yang mubah saja.
• Mana yang lebih buruk, membunuh bayi, memperkosa atau meminun khamr.
• Khamr adalah induk dari semua kejahatan.
• Hadits siapa saja yang melihat kemunkaran.
Memenuhi perjanjian
Hanya jika itu tidak berlawanan dengan Syari’ah
Kepentingan publik
Hanya jika itu tidak berlawanan dengan Syari’ah
Menaati hukum negeri
Namun Allah Swt. berfirman,
“Hai Nabi, bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu menuruti (keinginan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS Al Ahzab, 33: 1)
“Maka Allah akan memberi keputusan di antara kamu di hari kiamat dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.” (QS An Nisaa’, 4: 141)
Wallahu’alam bis showab!


MENIKAHLAH WAHAI GENERASI MUDA

| comments

عَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رضي الله عنه قَالَ لَنَا رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( يَا مَعْشَرَ اَلشَّبَابِ ! مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ اَلْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ , فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ , وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ , وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ ; فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Abdullah Ibnu Mas'ud Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda pada kami: "Wahai generasi muda, barangsiapa di antara kamu telah mampu berkeluarga hendaknya ia kawin, karena ia dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Barangsiapa belum mampu hendaknya berpuasa, sebab ia dapat mengendalikanmu." Muttafaq Alaihi.

Studi Sanad

Hadits ini termasuk hadits yang paling sahih secara takhrij dan sanad. Secara takhrij, karena hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, sedangkan secara sanad karena hadits tersebut melewati jalur yang paling valid secara mutlak (Ashah Al Asanid), yaitu Sulaiman bin Mihran Al A'masy dari Ibrahim An-Nakha'i dari 'Alqamah bin Qais An-Nakha'i dari Abdullah bin Mas'ud. Silsilah sanad tersebut dinilai sebagai sanad terbaik, seperti silsilah sanad Malik dari Nafi' dari Ibnu Umar.

Imam Bukhari dan Nasa'i juga meriwayatkan hadits yang sama dari Al-A'masy dengan jalur yang berbeda, yaitu dari 'Ammarah bin 'Umair dari Abdurrahman bin Yazid. Sanad tersebut sahih. Jadi, Al-A'masy memiliki dua jalur dalam riwayat hadits ini.

Sababul Wurud (Sebab Turunnya Hadits)

Imam Bukhari dan Nasa'i meriwayatkan dari Al-A'masy, dia berkata: 'Ammarah dari Abdurrahman bin Yazid berkata: Aku bersama 'Alqamah pernah mendatangi Abdullah (Ibnu Mas'ud), lalu beliau (Ibnu Mas'ud) berkata: Dahulu kami adalah para pemuda yang tidak memiliki sesuatu apapun, lalu Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Wahai segenap para muda, barangsiapa di antara kamu telah mampu berkeluarga hendaknya ia kawin, dst".

Dalam riwayat Muslim: Aku (Abdurrahman bin Yazid) dan pamanku ('Alqamah) dan Al Aswad pernah mendatangi Abdullah bin Mas'ud. Beliau (Ibnu Mas'ud) berkata: "Pada saat itu aku masih seorang pemuda". Lalu beliau menyebutkan hadits itu, seolah-olah beliau menyebutkannya karena aku. Tak lama setelah itu pun aku menikah.

Gharibul Hadits (Istilah-Istilah Asing)

Ma'syar, artinya sekelompok atau segenap orang yang memiliki sifat tertentu, seperti segenap pemuda, segenap orang tua, segenap para nabi dan sebagainya.

Syabab: bentuk plural (jamak) dari Syab, artinya para pemuda.

Ba'ah, secara bahasa berarti jima' (bersenggama) kemudian dipakai untuk menyatakan akad nikah.

Wija', artinya tameng. Orang yang berpuasa seolah-olah memiliki tameng yang dapat melindungi dirinya.

Musykilul Hadits

Imam Nawawi dalam kitabnya Syarah Muslim (1) mengatakan bahwa para ulama berbeda pendapat mengenai maksud dari kata Ba'ah dalam hadits tersebut. Sebagian ulama mengatakan bahwa yang dimaksud Ba'ah di sini adalah maknanya secara bahasa, yaitu jima'. Jadi bunyi hadits tersebut menjadi, "Barangsiapa di antara kalian telah mampu berjima', hendaklah ia menikah. Barangsiapa belum mampu berjima', hendaklah ia berpuasa untuk menahan syahwat dan air maninya, sebagaimana tameng yang menahan serangan".

Jika yang dimaksud Ba'ah adalah jima', maka objek dari hadits tersebut adalah para pemuda yang memiliki hasrat yang besar terhadap lawan jenisnya.

Pendapat kedua mengatakan bahwa yang dimaksud Ba'ah adalah kemampuan seseorang untuk memberikan nafkah dan keperluan pernikahan. Jadi, bunyi haditsnya menjadi, "Barangsiapa di antara kalian telah mampu memberikan nafkah dan keperluan pernikahan, hendaklah ia menikah. Barangsiapa belum mampu memberikan nafkah dan keperluan pernikahan, hendaklah ia berpuasa untuk menahan syahwatnya".

Makna dan Uslub

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam mengarahkan anjuran dan motivasi untuk menikah ini kepada para seluruh umatnya, khususnya para pemuda. Beliau bersabda, "Wahai segenap para pemuda". Kata "Ma'syar" yang berarti "segenap" menyiratkan makna kemanusiaan dan sosial yang menjadi ciri masyarakat Islam. Beliau tidak menggunakan kata lain seperti "Ya Ayyuha Syabab" misalnya, karena kata "Ma'syar" memiliki nuansa cinta dan kasih sayang dalam komunitas muslim. Hal ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Islam terhadap persoalan para pemuda, sehingga Islam memberikan perhatian yang khusus bagi mereka, yaitu anjuran untuk segera menikah bagi yang telah mampu.

"Barangsiapa belum mampu, hendaklah ia berpuasa". Beliau menggunakan kata "Alaihi" yang berarti "hendaklah" untuk menyatakan makna banyak. Artinya, "hendaklah ia memperbanyak berpuasa". Beliau tidak menggunakan kata "Fal Yashum" misalnya, yang berarti "berpuasalah", karena kata itu bermakna puasa yang sehari atau dua hari saja. Adapun kata "Alaihi Bishoum" bermakna memperbanyak berpuasa.

Hadits tersebut di atas juga memberikan hikmah yang sangat penting dalam pernikahan, yaitu "karena ia lebih mampu menjaga pandangan dan lebih mampu memelihara kemaluan". Ini merupakan jaminan yang sangat penting bagi umat manusia yang ingin memelihara pandangan dan kemaluannya.

Dalam hadits tersebut terdapat Shighat Tafdhil yaitu kata "Aghaddu" dan "Ahshonu" yang berarti "lebih mampu menundukkan" dan "lebih mampu memelihara" untuk menunjukkan tujuan daripada pernikahan, yaitu terpeliharanya pandangan dan kemaluan. Kata tersebut juga memberikan pemahaman bahwa keimanan memiliki kemampuan menundukkan dan memelihara sebagian pandangannya, sedangkan pernikahan memiliki kemampuan yang lebih besar dan kuat (2).

Kemudian hadits tersebut juga memberikan pengarahan bagi para pemuda yang belum mampu melaksanakan pernikahan untuk memperbanyak berpuasa, karena puasa mampu menahan gejolak syahwat.

Isntinbath (Hukum Fikih)

Hadits di atas mengandung hukum-hukum yang sangat penting berkaitan dengan masalah sosial, di antaranya yaitu:

1. Anjuran dan motivasi yang sangat kuat untuk menikah

Secara lahir, hadits tersebut menunjukkan wajibnya menikah bagi yang telah mampu. Tentunya yang dimaksud mampu di sini sesuai dengan pengertian yang telah kita bahas di depan. Pendapat inilah yang diambil oleh para ulama dari kalangan Zhahiriyah (3) dan salah satu riwayat dari Imam Ahmad (4).

Sedangkan mayoritas (jumhur) ulama dan riwayat yang masyhur dalam mazhab Imam Ahmad mengatakan bahwa hukum menikah bagi yang telah mampu dalah sunnah, bukan wajib. Tentu saja dengan syarat ia mampu menahan dirinya dari perbuatan dosa (seperti zina, onani, masturbasi, dsb). Jika tidak, maka hukum menikah menjadi wajib baginya menurut kesepakatan seluruh ulama.

Para ulama menjawab dalil Zhahiriyah dengan sabda Rasul, "Barangsiapa belum mampu, hendaklah ia berpuasa". Jika berpuasa disunnahkan, maka menikah pun demikian, karena puasa adalah sebagai ganti dari menikah (5).

2. Hukum menikah bagi setiap orang berbeda-beda sesuai kondisinya

Berikut ini rinciannya:

Wajib, bagi yang khawatir terjerumus ke dalam perbuatan dosa, sementara ia mampu menikah.

Haram, bagi yang belum mampu berjima' dan membahayakan kondisi pasangannya jika menikah.

Makruh, bagi yang belum membutuhkannya dan khawatir jika menikah justru menjadikan kewajibannya terbengkalai.

Sunnah, bagi yang memenuhi kriteria dalam hadits di atas sedangkan ia masih mampu menjaga kesucian dirinya.

Mubah, bagi yang tidak memiliki pendorong maupun penghalang apapun untuk menikah (6). Ia menikah bukan karena ingin mengamalkan sunnah melainkan memenuhi kebutuhan bilogisnya semata, sementara ia tidak khawatir terjerumus dalam kemaksiatan.

Akan tetapi penelitian menunjukkan bahwa poin terakhir ini hukumnya sunnah sebagaimana sebagian ulama mengambil pendapat ini berdasarkan hadits-hadits yang berisi anjuran untuk menikah secara mutlak.

Qodhi Iyadh berkata: hukum menikah adalah sunnah bagi yang ingin menghasilkan keturunan meskipun ia tidak memiliki kecenderungan untuk berjima', berdasarkan hadits "Sesungguhnya aku merasa bangga dengan banyaknya jumlah kalian (umatku)" dan juga hadits-hadits yang secara lahir berisi anjuran untuk menikah.

Hadits-hadits yang berisi anjuran untuk menikah ini sangatlah banyak sehingga semakin menguatkan perintah ditekankannya menikah bagi yang telah mampu meskipun ia masih dapat menjaga kesucian dirinya (7).

3. Menikah merupakan solusi yang tepat dalam mencegah tersebarnya penyakit masyarakat, yaitu perzinahan, pemerkosaan, seks bebas dan lain sebagainya.

4. Hadits tersebut juga menjadi renungan bagi para pemerhati masalah sosial agar memberikan perhatian yang serius kepada para pemuda, kerena mereka merupakan tulang punggung peradaban umat. Jika para pemuda di suatu komunitas baik, maka baiklah urusan mereka. Wallahu A'lamu Bishowab.

Catatan Kaki:

1 Syarah Muslim juz 5 hal. 173

2 Ibnu Daqiq Al 'Iid, Ihkam Al Ahkam juz 4 hal. 23

3 Al Muhalla juz 9 hal. 440-441

4 Fathul Bari juz 9 hal. 95

5 Fathul Bari juz 9 hal. 95; Syarah Nawawi juz 9 hal 173-174.

6 Ibnu Daqiq Al 'Iid, Al Ihkam 2/181; Ibnu Abidin: 2/358; Minahul Jalil: 2/322; Syarbini: 3/125; Al Mughni: 6/446

7 Lihat At Targhib wat Tarhib juz 3 hal. 34

Dalil Dalil Tentang al Jama'ah

| comments

AL-JAMA’AH
A. Ta’rif
1. Ma’na menurut bahasa:
Asal kata:
جَمَعَ - يَجْمَعُ - جَمْعًا / جَمَاعَةً
artinya kumpulan atau himpunan. Jadi menurut bahasa Al-Jama’ah adalah kumpulan atau himpunan tertentu bukan sembarang himpunan atau kumpulan.

2. Ma’na menurut istilah:

Yang dimaksud dengan AL-JAMA’AH adalah JAMA’ATUL MUSLIMIN sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim dari Khudzaifah bin Al-Yaman yang berbunyi:
...تَلْزَمُ جَمَاعَةَ الْمُسْلِمِينَ وَإِمَامَهُمْ...
“... Engkau tetap pada Jama’ah Muslimin dan Imaam mereka ...”

Adapun yang dimaksud dengan Al-Jama’ah adalah sebagaimana yang dijelaskan oleh Shahabat Ali bin Abi Thalib, yang berbunyi:
اَلسُّنَّةُ وَاللهِ سُنَّةُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاْلبِدْعَةُ مَا فَارَقَهَا وَ اَلْجَمَاعَةُ وَاللهِ مُجَامَعَةُ أَهْلِ اْلحَقِّ وَإِنْ قَلُّوْا وَ اْلفُرْقَةُ مُجَامَعَةُ أَهْلِ اْلبَاطِلِ وَاِنْ كَثَرُوْا
“Demi Allah, sunnah itu adalah sunnah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bid’ah itu adalah apa-apa yang memperselisihinya. Dan demi Allah, Al-Jama’ah itu adalah berkumpulnya ahlul haq sekalipun mereka sedikit dan Firqoh itu adalah berkumpulnya ahlul bathil sekalipun mereka banyak.” (Hamisy Musnad Imam Ahmad bin Hambal: I/109)

B. PERINTAH MENETAPI AL-JAMA’AH
Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:
(1) وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيْعًا وَلاَ تَفَرَّقُوْا وَاذْكُرُوْا نِعْمَةَ اللهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ {أل عمران:103}
(1) "Dan berpegang teguhlah kamu sekalian pada tali Allah seraya berjama’ah, dan janganlah kamu berfirqah-firqah (bergolong-golongan), dan ingatlah akan ni’mat Allah atas kamu tatkala kamu dahulu bermusuh-musuhan maka Allah jinakkan antara hati-hati kamu, maka dengan ni’mat itu kamu menjadi bersaudara, padahal kamu dahulunya telah berada di tepi jurang api Neraka, tetapi Dia (Allah) menyelamatkan kamu dari padanya; begitulah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu, supaya kamu mendapat petunjuk.” (QS.Ali ‘Imran:103 )

Penjelasan:
وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيْعًا وَلاَ تَفَرَّقُوْا
"Dan berpegang teguhlah kamu sekalian kepada pada tali Allah seraya ber-JAMA’AH, dan janganlah kamu berfirqah-firqah...” (QS.Ali Imran:103)

Kalimat “Al-Jama’ah” pada ayat ini artinya adalah berjama’ah (bersama-sama/bersatu padu), karena:

1. Sesuai dengan makna yang diberikan oleh para ahli Tafsir, di antaranya Abdullah bin Mas’ud, ia menye butkan bahwa yang dimaksud adalah “Al Jama’ah” (Tafsir Al-Qurthuby:III/159, Tafsir Jaami’ul Bayan:IV/21)

2. Adanya qorinah lafdziyah, yaitu WALA TAFARROQU setelah kalimat JAMI’AN, Ibnu Katsir berkata bahwa yang dimaksud adalah “Allah memerintahkan kepada mereka dengan berjama’ah dan melarang mereka berfirqoh-firqoh.” (Tafsir Ibnu Katsir:I/189)

3. Az-Zajjaj berkata: “Kalimat JAMI’AN adalah dibaca nashab, karena menjadi HAAL.“ (Tafsir Zaadul Masir:I/433)

Maka artinya secara berjama’ah dalam berpegang teguh pada tali Allah. (Tafsir Abi Suud:II/66)

Tidak semua kalimat “JAMI’AN” dalam Al-Qur’an artinya “bersama-sama (berjama’ah / bersatupadu)”, seperti pula tidak semua kalimat “JAMI’AN” berarti “keseluruhan / semuanya”. Sedikitnya ada empat ayat dalam Al-Qur’an yang kalimat “JAMI’AN” harus diartikan “bersama-sama (berjama’ah/bersatu padu)”, yaitu: surat Ali Imran:103, surat An-Nisa:71, surat An Nur:61 dan surat Al-Hasyr:14

Khudzaifah bin Yaman Radliallahu ‘anhu berkata:

(2) كَانَ النَّاسُ يَسْأَلُونَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْخَيْرِ وَكُنْتُ أَسْأَلُهُ عَنِ الشَّرِّ مَخَافَةَ أَنْ يُدْرِكَنِي فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا كُنَّا فِي جَاهِلِيَّةٍ وَشَرٍّ فَجَاءَنَا اللَّهُ بِهَذَا الْخَيْرِ فَهَلْ بَعْدَ هَذَا الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ قَالَ نَعَمْ قُلْتُ وَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الشَّرِّ مِنْ خَيْرٍ قَالَ نَعَمْ وَفِيهِ دَخَنٌ قُلْتُ وَمَا دَخَنُهُ قَالَ قَوْمٌ يَهْدُونَ بِغَيْرِ هَدْيِي تَعْرِفُ مِنْهُمْ وَتُنْكِرُ قُلْتُ فَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ قَالَ نَعَمْ دُعَاةٌ عَلَى أَبْوَابِ جَهَنَّمَ مَنْ أَجَابَهُمْ إِلَيْهَا قَذَفُوْهُ فِيهَا قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ صِفْهُمْ لَنَا قَالَ هُمْ مِنْ جِلْدَتِنَا وَيَتَكَلَّمُونَ بِأَلْسِنَتِنَا قُلْتُ فَمَا تَأْمُرُنِي إِنْ أَدْرَكَنِي ذَلِكَ قَالَ تَلْزَمُ جَمَاعَةَ الْمُسْلِمِينَ وَإِمَامَهُمْ قُلْتُ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُمْ جَمَاعَةٌ وَلاَ إِمَامٌ قَالَ فَاعْتَزِلْ تِلْكَ الْفِرَقَ كُلَّهَا وَلَوْ أَنْ تَعَضَّ بِأَصْلِ شَجَرَةٍ حَتَّى يُدْرِكَكَ الْمَوْتُ وَأَنْتَ عَلَى ذَلِكَ .
2) “Adalah orang-orang (para sahabat) bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tentang kebaikan dan adalah saya bertanya kepada Rasulullah tentang kejahatan, khawatir kejahatan itu menimpa diriku, maka saya bertanya: “Ya Rasulullah, sesungguhnya kami dahulu berada di dalam Jahiliyah dan kejahatan, maka Allah mendatangkan kepada kami dengan kebaikan ini (Islam). Apakah sesudah kebaikan ini timbul kejahatan? Rasulullah menjawab: “Benar!” Saya bertanya: Apakah sesudah kejahatan itu datang kebaikan? Rasulullah menjawab: “Benar, tetapi di dalamnya ada kekeruhan (dakhon).” Saya bertanya: “Apakah kekeruhannya itu?” Rasulullah menjawab: “Yaitu orang-orang yang mengambil petunjuk bukan dengan petunjukku. (dalam riwayat Muslim) “Kaum yang berperilaku bukan dari Sunnahku dan orang-orang yang mengambil petunjuk bukan dengan petunjukku, engkau ketahui dari mereka itu dan engkau ingkari.” Aku bertanya: “Apakah sesudah kebaikan itu akan ada lagi keburukan?” Rasulullah menjawab: “Ya, yaitu adanya penyeru-penyeru yang mengajak ke pintu-pintu Jahannam. Barangsiapa mengikuti ajakan mereka, maka mereka melemparkannya ke dalam Jahannam itu.” Aku bertanya: “Ya Rasulullah, tunjukkanlah sifat-sifat mereka itu kepada kami.” Rasululah menjawab: “Mereka itu dari kulit-kulit kita dan berbicara menurut lidah-lidah (bahasa) kita.” Aku bertanya: “Apakah yang engkau perintahkan kepadaku jika aku menjumpai keadaan yang demikian?” Rasulullah bersabda: “Tetaplah engkau pada Jama’ah Muslimin dan Imaam mereka!” Aku bertanya: “Jika tidak ada bagi mereka Jama'ah dan Imaam?” Rasulullah bersabda: “Hendaklah engkau keluar menjauhi firqoh-firqoh itu semuanya, walaupun engkau sam pai menggigit akar kayu hingga kematian menjumpaimu, engkau tetap demikian.” (HR.Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari dalam Kitabul Fitan: IX/65, Muslim, Shahih Muslim: II/134-135 dan Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah:II/475. Lafadz Al-Bukhari).

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
(3) إِنَّ اللَّهَ يَرْضَى لَكُمْ ثَلاَثًا وَيَسْخَطُ لَكُمْ ثَلاَثًا يَرْضَى لَكُمْ أَنْ تَعْبُدُوهُ وَلاَ تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَأَنْ تَعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيْعًا وَلاَ تَفَرَّقُوا وَأَنْ تُنَاصِحُوا مَنْ ولاَّهُ اللَّهُ أَمْرَكُمْ وَيَسْخَطُ لَكُمْ قِيلَ وَقَالَ وَإِضَاعَةَ الْمَالِ وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ
(3 “Sesungguhnya Allah itu ridho kepada kamu pada tiga perkara dan benci kepada tiga perkara.
Adapun (3 perkara) yang menjadikan Allah ridho kepada kamu adalah:
1). Hendaklah kamu memper ibadati-Nya dan janganlah mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun,
2). Hendaklah kamu ber pegang-teguh dengan tali Allah seraya berjama’ah dan janganlah kamu berfirqoh-firqoh,
3). Dan hendaklah kamu senantiasa menasihati kepada seseorang yang Allah telah menyerahkan kepemimpinan kepadanya dalam urusanmu.
Dan Allah membenci kepadamu 3 perkara;
1). Dikatakan mengatakan (mengatakan sesuatu yang belum jelas kebenarannya),
2). Menghambur-hamburkan harta benda,
3). Banyak bertanya (yang tidak ber faidah).” (HR Ahmad, Musnad Imam Ahmad dalam Musnad Abu Hurairah, Muslim, Shahih Muslim: II/6. Lafadz Ahmad)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
(4) أَنَا أّمُرُكْم بِخَمْسٍ أَللهُ أَمَرَنِى بِهِنَّ : بِاْلجَمَاعَةِ وَالسَّمْعِ وَ الطَّاعَةِ وَ الْهِجْرَةِ وَ اْلجِهَادِ فِى سَبِيْلِ اللهِ ، فَإِنَّهُ مَنْ خَرَجَ مِنَ اْلجَمَاعَةِ قِيْدَ شِبْرٍ فَقَدْ خَلَعَ رِبْقَةَ اْلإِسْلاَمِ مِنْ عُنُقِهِ إِلَى اَنْ يَرْجِعَ وَمَنْ دَعَا بِدَعْوَى اْلجَاهِلِيَّةِ فَهُوَ مِنْ جُثَاءِ جَهَنَّمَ، قَالُوْا يَا رَسُوْلَ اللهِ وَ اِنْ صَامَ وَصَلَّى ، قَالَ وَاِنْ صَامَ وَصَلَّى وَزَعَمَ أَنَّهُ مُسْلِمٌ فَادْعُوا اْلمُسْلِمِيْنَ بِمَا سَمَّاهُمُ اْلمُسْلِمِيْنَ اْلمُؤْمِنِيْنَ عِبَادَ اللهِ عَزَّ وَ جَلَّ
4) “Aku perintahkan kepada kamu sekalian (muslimin) lima perkara; sebagaimana Allah telah memerintahkanku dengan lima perkara itu; berjama’ah, mendengar, thaat, hijrah dan jihad fi sabilillah. Barangsiapa yang keluar dari Al Jama’ah sekedar sejengkal, maka sungguh terlepas ikatan Islam dari lehernya sampai ia kembali bertaubat. Dan barang siapa yang menyeru dengan seruan Jahiliyyah, maka ia termasuk golongan orang yang bertekuk lutut dalam Jahannam.” Para sahabat bertanya: “Ya Rasulullah, jika ia shaum dan shalat?” Rasul bersabda: “Sekalipun ia shaum dan shalat dan mengaku dirinya seorang muslim!, maka panggillah oleh orang-orang muslim itu dengan nama yang Allah telah berikan kepada mereka; “Al-Muslimin, Al Mukminin, hamba-hamba Allah ‘Azza wa jalla.” (HR.Ahmad bin Hambal dari Haris Al-Asy’ari, Musnad Ahmad:IV/202, At-Tirmidzi Sunan At-Tirmidzi Kitabul Amtsal, bab Maa Jaa’a fi matsalis Shalati wa shiyami wa shodaqoti:V/148-149 No.2263. Lafadz Ahmad)

Umar bin Al-Khattab berkata:
(5) إِنَّهُ لاَ إِسْلاَمَ إِلاَّ بِجَمَاعَةٍ وَلاَ جَمَاعَةَ إِلاَّ بِإِمَارَةٍ وَلاَ إِمَارَةَ إِلاَّ بِطَاعَةٍ فَمَنْ سَوَّدَهُ قَوْمُهُ عَلَى الْفِقْهِ كَانَ حَيَاةً لَهُ وَلَهُمْ وَمَنْ سَوَّدَهُ قَوْمُهُ عَلَى غَيْرِ فِقْهٍ كَانَ هَلاَكًا لَهُ وَلَهُمْ
(5 “Sesungguhnya tidak ada Islam kecuali dengan berjama’ah, dan tidak ada Jama’ah kecuali dengan kepemimpinan, dan tidak ada kepe mimpinan kecuali dengan ditaati, maka barang siapa yang kaum itu mengangkatnya sebagai pimpinan atas dasar kefahaman, maka kesejahte raan baginya dan bagi kaum tersebut tetapi barangsiapa yang kaum itu mengangkatnya bukan atas dasar kefahaman, maka kerusakan baginya dan bagi mereka.” (HR.Ad-Darimi Sunan Ad-Darimi dalam bab Dzihabul ‘ilmi: I/79)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
(6)... فَعَلَيْكَ بِالْجَمَاعَةِ فَإِنَّمَا يَأْكُلُ الذِّئْبُ اْلقَاصِيَةِ
6) “...maka wajib atas kamu berjama’ah, karena sesungguhnya serigala itu makan kambing yang sendirian.” (HR.Abu Dawud dari Abi Darda, Sunan Abi Daud dalam Kitabus Shalah: I/150 No.547)

C. Rahmat Allah beserta Orang yang Berjama’ah

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:
(7) وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَهُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَكِنْ يُدْخِلُ مَنْ يَشَاءُ فِي رَحْمَتِهِ وَالظَّالِمُونَ مَا لَهُمْ مِنْ وَلِيٍّ وَلاَ نَصِيرٍ {الشورى:8}
(7 "Dan kalau Allah menghendaki niscaya Allah menjadikan mereka satu umat (saja), tetapi Dia memasukkan orang-orang yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya. Dan orang-orang yang zalim tidak ada bagi mereka seorang pelindung pun dan tidak pula seorang penolong.” (QS.Asy-Syuura:8)

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:
(8) وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ النَّاسَ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلاَ يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ . إِلاَّ مَنْ رَحِمَ رَبُّكَ وَلِذَلِكَ خَلَقَهُمْ وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ لأَمْلأَنَّ جَهَنَّمَ مِنْ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ {هود:118-199}
8) “Jika Tuhanmu menghendaki tentu Dia menja dikan manusia umat yang satu tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat. Kecuali orang orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu (keputu san-Nya) telah diputuskan. Sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka Jahannam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya.” (QS.Hud:118-119)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
(9) اَلْجَمَاعَةُ رَحْمَةٌ وَ اْلفُرْقَةُ عَذَابٌ
9) "Jama’ah itu rahmat dan firqoh itu adzab.” (HR.Ahmad dari Nu’man bin Basyir, Musnad Ahmad:IV/278, Silsilah Ahaditsush Shohihah No.667)

D. Perpecahan itu Adzab

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:
(10) قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلَى أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِنْ فَوْقِكُمْ أَوْ مِنْ تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ أَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَعًا وَيُذِيقَ بَعْضَكُمْ بَأْسَ بَعْضٍ انظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الآيَاتِ لَعَلَّهُمْ يَفْقَهُونَ{الأنعام:6}
(10 "Katakanlah: “Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan adzab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebahagian kamu keganasan sebahagian yang lain. Perhati kanlah, betapa Kami mendatangkan kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahami(nya).” (QS.Al-An’am:65)

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:
(11) إِنَّ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا لَسْتَ مِنْهُمْ فِي شَيْءٍ إِنَّمَا أَمْرُهُمْ إِلَى اللَّهِ ثُمَّ يُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوا يَفْعَلُونَ{الأنعام:159}
(11 "Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan mereka menjadi bergolongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu terhadap mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah terserah kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.” (QS.Al-An’am:159)

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:
(12) وَإِنَّ هَذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاتَّقُونِي. فَتَقَطَّعُوا أَمْرَهُمْ بَيْنَهُمْ زُبُرًا كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ. فَذَرْهُمْ فِي غَمْرَتِهِمْ حَتَّى حِينٍ{المؤمنون:52،53،54}
(12 "Dan sesungguhnya (agama) tauhid ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertaqwalah kepadaKU. Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan agama mereka menjadi terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing). Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu.” (QS.Al-Mu’minun:52,53, 54)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
(13) اَلْجَمَاعَةُ رَحْمَةٌ وَ اْلفُرْقَةُ عَذَابٌ
(13 "Jama’ah itu rahmat dan firqoh itu adzab.” (HR.Ahmad dari Nu’man bin Basyir, Musnad Ahmad:IV/278, Silsilah Ahaditsus Shohihah No.667)

Mu’adz bin Jabal Radliallahu ‘anhu berkata:
(14) صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا صَلاَةً فَأَطَالَ فِيهَا فَلَمَّا انْصَرَفَ قُلْنَا أَوْ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَطَلْتَ الْيَوْمَ الصّلاَةَ قَالَ إِنِّي صَلَّيْتُ صَلاَةَ رَغْبَةٍ وَرَهْبَةٍ سَأَلْتُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لأُمَّتِي ثَلاَثًا فَأَعْطَانِي اثْنَتَيْنِ وَرَدَّ عَلَيَّ وَاحِدَةً سَأَلْتُهُ أَنْ لاَ يُسَلِّطَ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ فَأَعْطَانِيهَا وَسَأَلْتُهُ أَنْ لاَ يُهْلِكَهُمْ غَرَقًا فَأَعْطَانِيهَا وَسَأَلْتُهُ أَنْ لاَ يَجْعَلَ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ فَرَدَّهَا عَلَيَّ
(14) “Pada suatu hari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan shalat lalu beliau memanjangkannya, maka ketika telah selesai kami (para sahabat) bertanya: Ya Rasulullah pada hari ini engkau telah memanjang kan shalatnya.” Beliau menjawab: Sesungguhnya aku telah melaksanakan shalat dengan penuh suka dan duka, aku memohon kepada Allah Azza wa jalla tiga hal untuk ummatku, maka Dia memperkenankan yang dua hal dan menolak yang satu hal, aku memohon agar umatku tidak dikalahkan oleh musuh selain dari mereka (orang kafir), maka Allah memperkenankannya dan untuk tidak dibinasakan oleh banjir maka Allah memperkenankannya. Dan aku memohon kepada-Nya agar ummatku tidak berpecah belah tetapi Dia tidak memperkenankannya.” (HR.Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majalah dalam bab Maa yakuunu minal fitan: II/464, At-Tirmidzi, Sunan At-Tirmidzi:IV/409 No.2175. Lafadz Ibnu Majah)

E. Perpecahan itu perilaku orang-orang musyrik

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:
(15) مُنِيبِينَ إِلَيْهِ وَاتَّقُوهُ وَأَقِيمُوا الصَّلاَةَ وَلاَ تَكُونُوا مِنْ الْمُشْرِكِينَ . مِنْ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُون{الروم:31-32}
15) "Dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah. Yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” (QS.Ar-Rum:31-32)

Yang dimaksud dengan kalimat “Jangan kamu termasuk orang-orang musyrik” disini adalah jangan menyerupai perbuatan mereka yang suka memecah belah agama, mengganti, merubah, mengimani sebahagian dan mengingkari sebahagian yang lain. (Tafsir Ibnu Katsir:III/418) Maka ayat ini memperingatkan kepada kaum muslimin supaya tidak mengikuti firqoh-firqoh seperti orang musyrik sebab telah jelas bahwa semuanya dalam kesesatan yang nyata (Tafsir Abi Su’ud:VII/61).
Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:
(16) شَرَعَ لَكُمْ مِنْ الدِّينِ مَا وَصَّى بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلاَ تَتَفَرَّقُوا فِيهِ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ يُنِيبُ{الشورى:13}
16) “Dia (Allah) telah mensyari’atkan bagi kamu tentang Ad-Dien, apa yang telah diwasiatkanNya kepada Nuh dan apa yang telah Kami (Allah) wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa, yaitu: “Tegakkanlah Ad-Dien dan janganlah kamu ber pecah-belah di tentangnya.” Berat bagi musyrikin menerima apa yang engkau serukan kepada mereka itu. Allah menarik kepada Ad-Dien itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petun juk kepada (Ad-Dien)-Nya orang yang kembali kepada-Nya.” (QS.Asy-Syura:13)

F. Al-Jama’ah itu Hizbullah

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:
(17) إِنَّمَا وَلِيُّكُمْ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ . وَمَنْ يَتَوَلَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا فَإِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمْ الْغَالِبُونَ{المائدة:55،56}
17) “Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah). Dan barang siapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang.” (QS.Al-Maidah:55-56)

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:
(18) لاَ تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ أُوْلَئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمْ اْلإِيمَانَ وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ مِنْهُ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا اْلأَ نْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ أُوْلَئِكَ حِزْبُ اللَّهِ أَلاَ إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمْ الْمُفْلِحُونَ{المجادلة:22}
18) "Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari padanya. Dan dimasukkannya mereka ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridho terhadap mereka dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat) Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung.” (QS.Al-Mujadalah:22)

G. Ancaman meninggalkan Al-Jama’ah

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
(19) مَنْ خَرَجَ مِنَ الطَّاعَةِ وَفَارَقَ الْجَمَاعَةَ فَمَاتَ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً وَمَنْ قَاتَلَ تَحْتَ رَايَةٍ عِمِّيَّةٍ يَغْضَبُ لِعَصَبَةٍ أَوْ يَدْعُو إِلَى عَصَبَةٍ أَوْ يَنْصُرُ عَصَبَةً فَقُتِلَ فَقِتْلَةٌ جَاهِلِيَّةٌ وَمَنْ خَرَجَ عَلَى أُمَّتِي يَضْرِبُ بَرَّهَا وَفَاجِرَهَا وَلاَ يَتَحَاشَى مِنْ مُؤْمِنِهَا وَلاَ يَفِي لِذِي عَهْدٍ عَهْدَهُ فَلَيْسَ مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُ
(19) “Barangsiapa yang keluar dari ketaatan dan memisahkan diri dari Al-Jama’ah, maka ia mati laksana kematiannya orang Jahiliyah dan barangsiapa yang berperang di bawah bendera keashobiahan (kesukuan) dia marah karena kesukuannya atau mengajak kepada keashobiahan dan menolong karena keashobiyahannya lalu dia terbunuh maka kematiannya laksana kematian Jahiliyah dan barangsiapa yang keluar dari umatku kemudian memusuhi orang-orang yang baik maupun yang fajir di antara umatku dan tidak mengecualikan orang-orang yang beriman dari mereka dan tidak menepati kepada orang yang diberi janji yang ia telah berjanji kepadanya maka dia bukan dari umatku dan aku bukan dari golongan mereka.” (HR.Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Muslim dalam Kitabul Imaaroh: II/135, Ahmad, Musnad Imam Ahmad bin Hambal:I/70, Ad-Darimi, Sunan Ad-Darimi:II/241, Abu Dawud, Sunan Abu Dawud:IV/241. Lafadz Muslim)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
(20) لاَ يَحِلُّ دَمُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ يَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلاَّ بِإِحْدَى ثَلاَثٍ الثَّيِّبُ الزَّانِي وَالنَّفْسُ بِالنَّفْسِ وَالتَّارِكُ لِدِينِهِ الْمُفَارِقُ لِلْجَمَاعَةِ
20) “Tidak halal darah seorang muslim kecuali karena tiga hal; orang yang telah kawin yang berzina, qishoh (pembunuhan), dan orang yang meninggalkan agamanya yaitu orang yang memisahkan diri dari Jama’ah.” (HR.Muslim dari Abdullah, Shahih Muslim dalam Kitabul Qosamah wal muharibin: II/40, Ahmad, Musnad Ahmad: I/382, Abu Daud, Sunan Abu Daud: IV/126, Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah: II/847, An-Nasai Sunan An-Nasa’i: VII/90, At-Tirmidzi, Sunan At-Tirmidzi:IV/12 dan Ad-Darimi Sunan Ad-Darimi:II/218. Lafadz Muslim)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
(21) إِنَّهُ سَيَكُونُ بَعْدِي هَنَاتٌ وَهَنَاتٌ فَمَنْ رَأَيْتُمُوهُ فَارَقَ الْجَمَاعَةَ أَوْ يُرِيدُ يُفَرِّقُ أَمْرَ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَائِنًا مَنْ كَانَ فَاقْتُلُوهُ فَإِنَّ يَدَ اللَّهِ عَلَى الْجَمَاعَةِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ مَعَ مَنْ فَارَقَ الْجَمَاعَةَ يَرْكُضُ
21) “Sesungguhnya akan ada setelahku kerusakan dan keburukan maka barangsiapa yang kamu melihatnya telah memisahkan diri dari Al Jama’ah atau hendak memecah belah urusan umat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam di mana dia berada maka bunuhlah ia. Maka sesung guhnya tangan Allah itu beserta Al-Jama’ah dan sesungguhnya syaitan itu akan sangat dekat bersama orang yang memisahkan diri dari Al Jama’ah.” (HR.An-Nasai, Sunan An-Nasai dalam Kitab Tahrimud Dam:VII/92, Muslim, Shahih Muslim:II/136 dan Ahmad, Fathurrobbani:XXIII/8. Lafadz An-Nasa’i)

H. Pahala menetapi Al-Jama’ah

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
(22) نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مَقَالَتِي فَوَعَاهَا وَحَفِظَهَا وَبَلَّغَهَا فَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ إِلَى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ ثَلَاثٌ لاَ يُغِلُّ عَلَيْهِنَّ قَلْبُ مُسْلِمٍ إِخْلاَصُ الْعَمَلِ لِلَّهِ وَمُنَاصَحَةُ أَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَلُزُومُ جَمَاعَتِهِمْ فَإِنَّ الدَّعْوَةَ تُحِيطُ مِنْ وَرَائِهِمْ
(22 “Allah akan memberikan wajah yang cerah kepada seseorang yang mendengar sabdaku lalu memperhatikannya dan menghafalnya serta menyampaikannya. Maka bisa jadi seseorang menyampaikan itu kepada orang yang lebih faham.
Tiga hal yang hati seseorang muslim tidak akan dengki atasnya;
1) Ikhlas dalam beramal,
2) Menasehati Imaamul Muslimin dan
3) Menetapi Jama’ah Muslimin.
Maka sesungguhnya do’a mereka itu mengikuti dari belakang mereka.” (HR.At-Tirmidzi dari Abdullah bin Mas’ud, Sunan At-Tirmidzi dalam Kitabul iIlmi:V/33 No.2656, Ad-Darimi, Sunan Ad-Dirimi:I/76)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
(23) أَلاَ إِنَّ مَنْ قَبْلَكُمْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ افْتَرَقُوا عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِينَ مِلَّةً وَإِنَّ هَذِهِ الْمِلَّةَ سَتَفْتَرِقُ عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِينَ ثِنْتَانِ وَسَبْعُونَ فِي النَّارِ وَوَاحِدَةٌ فِي الْجَنَّةِ وَهِيَ الْجَمَاعَةُ زَادَ ابْنُ يَحْيَى وَعَمْرٌو فِي حَدِيثَيْهِمَا وَإِنَّهُ سَيَخْرُجُ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ تَجَارَى بِهِمْ تِلْكَ ا ْلأ هْوَاءُ كَمَا يَتَجَارَى الْكَلْبُ لِصَاحِبِهِ وَقَالَ عَمْرٌو الْكَلْبُ بِصَاحِبِهِ لاَ يَبْقَى مِنْهُ عِرْقٌ وَلاَ مَفْصِلٌ إِلاَّ دَخَلَهُ
(23) “Ingatlah sesungguhnya orang-orang sebelum kamu dari ahli kitab itu berpecah belah menjadi tujuh puluh dua golongan dan sesungguhnya umat ini akan berpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan, yang tujuh puluh dua golongan di dalam neraka sedang yang satu di dalam surga, yaitu Al-Jama’ah dan sesungguhnya akan ada dari ummatku beberapa kaum yang dijangkiti oleh hawa nafsu sebagaimana menjalarnya penyakit anjing gila dengan orang yang dijangkitinya, tidak tinggal satu urat dan sendi ruas tulangnya, melainkan dijangkitinya.” (HR. Abu Dawud dari Muawiyah bin Abi Sofyan, Sunan Abu Dawud dalam Kitabus Sunnah:IV/198 No.4597, Ahmad, Musnad Ahmad:III/145-IV/102 Lafadz Abu Dawud)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
(24) افْتَرَقَتِ الْيَهُودُ عَلَى إِحْدَى وَسَبْعِينَ فِرْقَةً فَوَاحِدَةٌ فِي الْجَنَّةِ وَسَبْعُونَ فِي النَّارِ وَافْتَرَقَتِ النَّصَارَى عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً فَإِحْدَى وَسَبْعُونَ فِي النَّارِ وَوَاحِدَةٌ فِي الْجَنَّةِ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَتَفْتَرِقَنَّ أُمَّتِي عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً وَاحِدَةٌ فِي الْجَنَّةِ وَثِنْتَانِ وَسَبْعُونَ فِي النَّارِ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ هُمْ قَالَ الْجَمَاعَةُ
(24 “Orang-orang Yahudi berpecah belah menjadi tujuh puluh satu golongan, satu golongan masuk syurga sedangkan yang tujuh puluh golongan masuk ke dalam neraka, dan orang orang Nasrani berpecah belah menjadi tujuh puluh dua golongan, tujuh puluh satu masuk ke dalam neraka sedangkan yang satu golongan masuk ke dalam syurga. Demi dzat yang diri Muhammad ada di genggaman-Nya niscaya umatku akan berpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan, maka yang satu golongan masuk ke dalam surga sedang yang tujuh puluh dua golongan masuk ke dalam neraka, ditanyakan kepada Rasulullah: Siapakah mereka itu (golongan yang masuk ke dalam syurga)? Beliau bersabda: “Al-Jama’ah.” (HR.Ibnu Majah dari Auf bin Malik, Sunan Ibnu Majah dalam Kitabul Fitan:II/479 dan At-Tirmidzi, Sunan At-Tirmidzi:V/2641, Lafadz Ibnu Majah)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
(25) أُوصِيكُمْ بِأَصْحَابِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ يَفْشُو الْكَذِبُ حَتَّى يَحْلِفَ الرَّجُلُ وَلاَ يُسْتَحْلَفُ وَيَشْهَدَ الشَّاهِدُ وَلاَ يُسْتَشْهَدُ أَلاَلاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إلاَّكَانَ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ عَلَيْكُمْ بِالْجَمَاعَةِ وَإِيَّاكُمْ وَالْفُرْقَةَ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ مَعَ الْوَاحِدِ وَهُوَ مِنَ اْلإِثْنَيْنِ أَبْعَدُ مَنْ أَرَادَ بُحْبُوحَةَ الْجَنَّةِ فَلْيَلْزَمِ الْجَمَاعَةَ مَنْ سَرَّتْهُ حَسَنَتُهُ وَسَاءَتْهُ سَيِّئَتُهُ فَذَلِكُمُ الْمُؤْمِنُ
(25 “Aku wasiatkan kepada kamu untuk berbuat baik kepada para sahabatku, kemudian kepada generasi yang setelah mereka dan kemudian pada generasi yang setelahnya, kemudian setelah itu akan tersebar kebohongan sehingga seseorang akan bersumpah sedangkan dia tidak diminta untuk bersumpah dan akan memberikan kesaksian sedangkan ia tidak diminta kesaksiannya. Ingatlah tidaklah sekali-kali seorang laki-laki bersepi sepian dengan seorang wanita (yang bukan muhrimnya), kecuali yang ketiganya itu syaitan, maka wajib atas kamu berjama’ah dan jauhilah berfirqoh-firqoh karena sesungguhnya syaitan itu berserta orang yang sendirian dan dia akan menjauh dari dua orang. Barangsiapa yang menginginkan bangunan di syurga, maka hendak lah menetapi Al-Jama’ah dan barangsiapa yang kebaikannya menjadikan ia gembira dan kejelek kannya menjadikan ia sedih maka itulah tanda orang yang beriman.” (HR.At-Tirmidzi dari Umar bin Al-Khattab, Sunan At-Tirmidzi dalam Kitabul Fitan:IV/404 No.2165 dan Ahmad, Musnad Ahmad:I/18, Lafadz At-Tirmdzi)

I. Periodisasi Masa Kekhilafahan

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
(26) تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ثُمَّ سَكَتَ
(26 ”Adalah masa Kenabian itu ada di tengah tengah kamu sekalian, adanya atas kehendaki Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian adalah masa Khilafah yang menempuh jejak kenabian (Khilafah ‘ala minhajin nubuwwah), adanya atas kehandak Allah. Kemudian Allah mengangkatnya (menghentikannya) apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian adalah masa Kerajaan yang menggigit (Mulkan ‘Adldlon), adanya atas kehendak Allah. Kemudian Allah mengangkatnya apabila Ia meng hendaki untuk mengangkatnya. Kemudian adalah masa Kerajaan yang menyombong (Mulkan Jabariyah), adanya atas kehendak Allah. Kemudian Allah mengangkatnya, apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian adalah masa Khilafah yang menempuh jejak Kenabian (Khilafah ‘ala minhajin nubuwwah).”Kemudian beliau (Nabi) diam.” (HR.Ahmad dari Nu’man bin Basyir, Musnad Ahmad:IV/273, Al-Baihaqi, Misykatul Mashobih hal 461. Lafadz Ahmad).

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
(27) الْخِلاَفَةُ فِي أُمَّتِي ثَلاَثُونَ سَنَةً ثُمَّ مُلْكٌ بَعْدَ ذَلِكَ ثُمَّ قَالَ لِي سَفِينَةُ أَمْسِكْ خِلاَفَةَ أَبِي بَكْرٍ ثُمَّ قَالَ وَخِلاَفَةَ عُمَرَ وَخِلاَفَةَ عُثْمَانَ ثُمَّ قَالَ لِي أَمْسِكْ خِلاَفَةَ عَلِيٍّ قَالَ فَوَجَدْنَاهَا ثَلاَثِينَ سَنَةً قَالَ سَعِيدٌ فَقُلْتُ لَهُ إِنَّ بَنِي أُمَيَّةَ يَزْعُمُونَ أَنَّ الْخِلاَفَةَ فِيهِمْ قَالَ كَذَبُوا بَنُو الزَّرْقَاءِ بَلْ هُمْ مُلُوكٌ مِنْ شَرِّ الْمُلُوكِ
(27 “Masa pada ummatku itu tiga puluh tahun kemudian setelah itu masa kerajaan. Kemudian Safinah berkata kepadaku: peganglah kekhalifahan Abu Bakar, kekhalifahan Umar, kekhalifahan Utsman dan kekhalifahan Ali. Maka aku dapatinya masa kekhalifahan itu tiga puluh tahun, Said berkata: “Saya bertanya kepadanya, sesungguhnya Bani Umayyah mengaku bahwa masa kekhalifahan itu ada pada mereka.” Ia berkata: “Banu Zurqo telah berdusta bahkan mereka itu para raja dari seburuk-buruk raja.” (HR.At Tirmidzi, Sunan At-Tirmidzi dalam Kitabul Fitan:IV/436 No.2226 dan Abu Dawud, Sunan Abu Dawud:IV/211 No.4646, Lafadz At-Tirmidzi)

Al-jama'ah

| comments

bismilahirrahmanirrahim ________________________


“Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan lain itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa.” (QS Al An’aam (6) : 153)

dan perhatikan ayat 102-103-104-105 pada surat ali imran :

1. )) ayat 102 : Allah mmberikan pandangan dan ultimatum yg sangt keras kpd kita Kaalimat " wa laa tamuwtunna ila wa antum muslimuun " >>> ini adalah kalimat kunci yg harus kita pahami ________ " dan janglah kalian mati dalam keadaan tidak ber islam " >>>>>

sebenarnya " al islam itu sendiri apa ..... ?

perhatikan qs 3 : 19 ---- dien yg di ridhoi hny Dienul Islam------
dalam ayat yg 85 surat yg sama ----- mencari Dien di luar Islam pasti tertolak ------------

sedangkan Pengertian Dienul Islam " system yg memiliki aturan,tata cara dalam semua aspek hidup dan kehidupan yg hnya datang dari Allah saja dan akan membawa kpd keselamatan di dunia dan akherat menuntun ummatnya untuk Tunduk,patuh,berserah diri secara totalitas hny kepada Allah saja ( perhatikan qs 16 : 89-90, 45: 18, 3 : 83-85

dalam definisi ini syaikhul islam ibnu taimiyyah mngatakan

al islam : al istislaamu lillahi bi tauhidi, al inqiyadalahu bi tho'ati, fas taqiymu kamaa umirta wal baraa'ata mina syirku wa ahlihi

al islam : ketundukan ,kepatuhan, kberserah dirian scr total hny kepada Allah saja dengan men tauhidkan Allah serta terikat untuk mntho'ati dan teguh pendiriannya sesuai dengan yg di perintahkan Allah saja dan ber lepas diri kepada segala bentuk kemusyrikan dan para pendukung kemusyrikan "

akhi____ dalam definisi di atas dan refferensi yg ada ana berpijak akar permasalahannya pada pondasi dasar tsb

perhatikan kalimat dalam Al qur'an surat ke 30 : 30:32
pd ayat ke 30 >>> Allah perintahkan kita untuk mnghadapkan muka kita kpd Dien yg lurus....
pd ayat ke 31-32 >>> Allah memerintahkan kita bertaubat, bertaqwa ( al khouf minal jaliil / hny takut kpd Allah, wal amalu bi tandzil/ ber amal sesuai Al'quran...) dll amaliyah serta ada kalimat " walaa takunuw minal musyrikiin / dan jnglah kalian termasuk orang yg musyrik " siapa mereka " minalladziyna faraquw dienahum wa kaanuw syiyaa'aa,kullu hizbim bimaa ladaiyhim farihuun / mereka adl yg mnjadikan dien mereka berpecah belah mnjadi bbrapa golongan ,masing2 golongan mrasa bangga kpd golongannya "

Dengan demikian ayat di atas menjelaskan, bahwa hanya ada satu jalan yang harus diikuti untuk mencapai ridla Allah SWT dan jalan tersebut adalah Islam. Seluruh jalan dan agama yang lain adalah jalan yang salah dan menyesatkan seseorang dari jalan yang lurus.

berarti kata kunci pertama adalah islam bi makna di dalam islam/arkanul islam point yg pertama adalah syahadat : perhatikan kalimat syahadat :
makna lughowi " syahadat adalah sumpah setia kita hny kepada Allah saja dan menafikan ilah-ilah selain Allah

makna taklifi " sayahadat adalah terbebani manusia untuk bertahkim hny kepada Allah saja /berhukum kpd hukum Allah saja qs 5 : 44,45,47,50

dalam kontek kalimat syahadat ketika kita mnjadikan hny Allah saja yg kita cenderungi,tho'ati,ikuti dll maka kita wajib menolak ilah-ilah yg mnjadi tandingan2 Allah >>>> pengertian ini harus kita fahami
karena :
* > kalimat laailahailallah mrp kalimat tauhid :qs. 21:25, 6:19,7:158
* > kalimat ilahulbathil yakni ketho'atan kpd selain Allah ,sulit d arahkan,dipimpin,di sibghoh karena tolok ukurnya adl ro'yun/nafsu qs. 45:23, 4:50-51,3:19,11:110,10:18

Sebagian umat Muhammad SAW percaya bahwa tidak ada perbedaan diantara kaum Muslimin selama mereka bersyahadat yg benar dan memahami benar makna dari syahadatnya.

Mereka menyebutkan bahwa kaum Muslimin seharusnya menjadi satu ikatan persaudaraan sebagaimana mereka memiliki satu Al-Qur`an dan satu Sunnah dan tidak seharusnya terbagi-bagi (tafaruq). Bagaimana pun juga Allah SWT menceritakan situasi yang berbeda :

2 )).“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa kepada-Nya, dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai…” (QS. Ali Imran (3) : 102-103)

dari ayat di atas wajib kita berjama'ah yg koridor jama'ah tsb tdk menyimpang dari makna islam ( pesan ayat 102 surat ali imran di atas )
Rosulullah Muhammad SAW lewat riwayat Jabir Ibnu Abdullah bersabda :

“Akan ada generasi penerus dari umatku yang akan memperjuangkan yang haq, kamu akan mengetahui mereka nanti pada hari kiamat, dan kemudian Isa bin Maryam akan datang, dan orang-orang akan berkata, “Wahai Isa, pimpinlah jamaa’ah (sholat), ia akan berkata, “Tidak, kamu memimpin satu sama lain, Allah memberikan kehormatan pada umat ini (Islam) bahwa tidak seorang pun akan memimpin mereka kecuali Rosulullah SAW dan orang-orang mereka sendiri.” (HR. Bukhari, hadits no.225 dan Muslim, hadits no.3546)

Dari dua dalil di atas, didapat bukti bahwa telah menjadi sunatullah bahwa ada banyak golongan di kalangan umat. Tidak seorangpun dapat mengingkari fakta ini sebagai bukti, bahkan kenyataannya dewasa ini kita menemukannya lebih jelas. Terlepas dari hal tersebut, kewajiban kita sebagai seorang Muslim adalah mencari jalan yang benar dan mengikutinya.

Terdapat banyak hadits yang menerangkan kondisi umat, yang akan terpecah kedalam golongan-golongan dan kelompok-kelompok. Sebagian besar dari hadits tersebut menyatakan bahwa umat Islam akan terbagi dalam 73 golongan, tetapi hanya satu golongan yang akan selamat. Semoga Allah SWT menjadikan kita bagian dari golongan yang selamat.

Rosulullah SAW diriwayatkan telah bersabda :

“Demi jiwaku yang ada di tangan-Nya. Umatku akan terpecah menjadi 73 golongan, 72 akan masuk nereka. Para shahabat bertanya : “Siapa golongan yang selamat ya Rosulullah?”

Rosulullah menjawab : “Al-Jamaa’ah.”

===========================================

akhi, subhanallah kalo kita melihat dan mngamati sbgmana yg antum utarakan di atas bhwa jama'ah yg ada sngt tdk ber prinsip kpd kesempurnaan kaidah islam itu sendiri bi makna kaidah dienul islam adalh kaidah yg mncakup seluruh sendi hidup dan kehidupan manusia ( afwan islam mngatur dari bab ke kakus sampai bab bernegara ) >> inilah islam , maka dari dasar pendirian sebuah jama'ah yg tdk memberlakukan islam scr menyeluruh tadi dan hny mngambil setengah-setengah saja atau mncampurkan antara islam dengan yg lainnya/ baina dzalik >>> ini di katakan dlm kitab tauhid fathul majid adalah BUKAN ISLAM / JAMA'AH ISLAM yg universal dan menyeluru >>> qs 2 : 208

karena Kerangka islam tsb di bangun berdasarkan kaidah :
>> Asasul Islam yakni al iman / aqidah /ideology islam
al islam / ibadah ( Hr. Muslim )
al ikhsan / akhlaq

>> Binaa'ul islam yakni IPOLEKSOSBUD HANKAM RATA
* Ideology : 47:19,45:20,5:68
* Politik 8:61, 6:57, 3:159, 4:59
* Ekonomi 2:282, 3:75 dll
* Sosial 45:10, 5:2, 9:60
* Budaya/pendidikan 9 :122, 33:32, 45:18, 3:79
* Hankam 8:60, 2,216, 8:15-16
* Rata 49:13, 7:158

>> Mu'ayadatul islam yakni Jihad 22: 39, amar ma'ruf nahi munkar 3:104 i'tishom bil jama'ah 3:103

kerangka islam tsb harus mnjadi ruh jama'ah islam

kalo lah ruh tadi hnya di maknai sekelumit dan di buang yg lainnya maka akan mnghasilkan bentuk jama'ah yg sempit tadi : hny jama'ah Dzikir, hanya jama'ah jihad,hanya jama'ah sholat,hanya jama'ah kajian dll

persepsi pemahaman jama'ah yg sempit tadi akhirnya menimbulkan arah gerak yg tidak terarah sesuai tujuan dari kalimat tauhid dan islam tadi " laailaha ilallah "

==========================================

dari tinjauan sejarah pada masa Rasulullah :

jama'ah yg di bangun oleh Rasulullah adlh jama'ah yg berlandaskan kpd kaidah Tauhid dan ruh nya adalah jihad >>>
kita perhatikan ketika rasulullah mndapatkan perintah Ayat untuk mng idzharkan da'wah di makah ruh tauhid yg dipola dengn ruh jihad tadi menghasilkan suatu arah gerak yg sngt luar biasa >>> pnyergapan orang2 quraisy di mkah qs al lahab >>serta tekanan physic yg diterima bilal,keluarga amr bin Yasir dll >>> ini ruh syahadah : mereka tdk mau mngakui ideology quraisy dan hny mngakui ideology tauhid

perhatikan ktk Rasulullah di tawarkan pembesar Quraisy " abu sufyan dkk "...rasul di tawarkan kekuasaan di darunnadwah ( parlemen Quraisy : rasul menolak karena Islam berdasrkan perintah Allah harus tegak di atas pokok yg kuat yakni syariat dan tauhid bukan di atas ideology kekuffuran )

jama'ah rasul lebuh memilih hijrah : sbg upaya mnyelamtkan kaum muslimin dan pemberlakuan syariat islam >> Yastrib sebagai madinah ( isim maqom bi makna tempat berlakunya undang-undang dan ideology tauhid >>> ini daulah islam ? system pemerintahan islam yg syamil /mnyeluruh bukan berdiri di atas ideology sekuler/quraisy >>>>>

===========================================

dari uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa :

1. pola perjuangan nya adl : tauhid 2:208, it tabi' maa uw hiya ilaika min rabbika laailaha ila huwa wa'a'ridh anil musyrikiin " >>> mengikuti saja ( jng buat aturan/ijtihad lain/hny ngikuti al qur'an dan pola shirah nabi) dari rabb mrk tidak ada ilah kcl iya Allah dan berpaling dr kemusyrikan ( ideologi bukan tauhid/paham sekuler )

2. non kooperatif dng musyrik dan lawan ( ngg gabung dalam parlemen darunnadwah / parlemen kekuffuran ) 17 :73-75

3. mnggetarkan musuh-musuh islam : 8:60

4, mendapatkan rintangan dari musuh islam 8:30, 28:5, 16:41,42, 61:7-8, 29:2-3

5. anggotanya sedikit : dan berkualitas 2:249, 8: 65,66, 11 : 40, 28 :5

6, karakter ummat nya tsiqoh pd jama'ah 48:29, 5:54, 9: 71, 9:11,111,112, 58 : 22, 49 :15

===========================================

demikian akhi pnjelasn singkat tentang al jama'ah dan pndangan tentang yg bukan jama'ah : karena al jama'ah adl kumpulan ahli kebenaran walau seorang sedangkan al firqoh adal adzab >>>>

wallahu'alam bi showwab
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. nU pazthie™ - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger